Angkasa Pura 2

Wartono, Pelaut WNI Korban Tewas Jembatan Ambruk di Taiwan, Berencana Pulang ke Cirebon

Dermaga Figur GaleriJumat, 4 Oktober 2019
Wartono korban tewas tertimpa jembatan di Taiwan. (ist)

CIREBON (Aksi.id) – Pelaut WNI korban tewas jembatan runtuh di Kota Nanfangao, Yilan, Taiwan, Wartono (29), pada bulan November atau Desember ini berencana pulang. Bahkan dia berniat membangun rumah milik orangtuanya yang sudah rusak di Desa Pegagan Kidul, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

“Sebelum meninggal tertimpa jembatan runtuh, Wartono sudah ada niat mau bangun rumah,” kata kakak ketiga Wartono, Taman di Cirebon, Jumat (4/10).

Menurut dia, niat Wartono untuk membangun rumah milik orang tuanya itu sudah lama dilontarkan. Di mana sebelumnya juga menanyakan biaya pembuatan rumah.

Taman mengatakan, Wartono juga berencana akan pulang kampung pada bulan 11 atau 12 tahun ini. Sebab, sejak dia berangkat ke Taiwan belum pernah pulang sama sekali.

“Bulan depan rencananya dia akan pulang, karena sudah sejak berangkat belum pernah pulang,” ujarnya.

Dia menambahkan Wartono pergi merantau ke luar negeri sejak tahun 2013 lalu sebagai ABK kapal ikan. Awalnya dia pergi ke Taiwan, kemudian setelah itu ke Peru dan pada tahun 2016, dia berangkat lagi ke Taiwan.

Kabar Meninggal dari Kerabat

Taman tidak menyangka adiknya Wartono menjadi korban runtuhnya jembatan di Taiwan. Padahal sehari sebelumnya juga sempat berkomunikasi dengan pamannya.

“Kalau firasat sih ada saja, karena keluarga hampir semua merasakannya,” tuturnya.

Keluarga, kata Taman, mengetahui Wartono meninggal dunia dari saudara yang berada di sana sebelum ada kabar resmi dari pemerintah.

“Kami tahu Wartono menjadi korban meninggal dari saudara yang berada di sana (Taiwan),” katanya.

Di sana lanjut Taman, Wartono mempunyai dua saudara yaitu kakak dan adik serta ada beberapa teman sedesa yang bekerja di sana.

Sehingga informasi meninggalnya Wartono kata Taman, langsung didapatkan keluarga yang bekerja di sana sebab sampai saat ini pun belum ada keterangan atau informasi resmi dari Pemerintah.

Keluarga korban jembatan runtuh di Kota Nanfangao, Yilan, Taiwan, yang berasal dari Desa Pegagan Kidul, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Wartono (29), mengetahui kabar itu dari kerabat yang berada di sana dan belum ada kabar resmi dari pemerintah.

“Kami tahu Wartono menjadi korban meninggal dari kerabat yang berada di sana (Taiwan),” kata dia.

Punya Dua Kerabat Bekerja di Taiwan

Dia menjelaskan di Taiwan, Wartono mempunyai dua kerabat, yaitu kakak dan adik serta ada beberapa teman se-desa yang bekerja di sana.

Sehingga informasi meninggalnya Wartono, kata Taman, langsung didapatkan keluarga dari mereka yang bekerja di sana dan sampai saat ini pun belum ada keterangan atau informasi resmi dari Pemerintah.

“Kita tahu pas kejadian, karena teman Wartono langsung mengabari keluarga di sini,” ujarnya.

Wartono kata Taman, sudah bekerja di Taiwan sejak tahun 2016 lalu dan sampai kejadian runtuhnya jembatan belum pernah pulang sama sekali.

Di Cirebon sendiri Wartono belum mempunyai anak dan tinggalnya juga bersama kakak yang berada di rumah. Dia merupakan anak ketujuh dari 10 bersaudara.

“Sebelum kejadian Wartono juga sempat memberikan kabar kepada pamannya,” pungkasnya.

Diketahui, tujuh warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban jembatan ambruk di Kota Nanfang’ao, Yilan, Taiwan, tiga hari lalu. Dua jasad WNI dilaporkan tewas sudah ditemukan dan satu lagi dievakuasi tak lama setelahnya.

“Satu WNI ABK yang hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal. Dengan demikian, seluruh 3 (tiga) WNI ABK yang hilang telah ditemukan,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Joedha Nugraha dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/10).

Joedha memaparkan, dari ketujuh WNI yang terdampak selain tiga yang meninggal, 4 orang lainnya dilaporkan dalam kondisi terluka. Laman Time melaporkan, satu jasad lagi ditemukan dan diidentifikasi sebagai warga Filipina. (ds/sumber merdeka)

loading...