Angkasa Pura 2

Sidang Perdana Kasus Jalan Gubeng Ambruk Digelar, Putra Wali Kota Risma Pernah Diperiksa

Aksi Polisi Another News KoridorSenin, 7 Oktober 2019
Perbaikan Jalan Gubeng, Surabaya. (ist)

SURABAYA (BreritaTrans.com) – Sidang perdana kasus ambruknya Jalan Gubeng, Surabaya, Senin (7/10) digelar di PN Surabaya. Ada enam tersangka yang akan dihadirkan dalam kasus ini. Juru Bicara PN Surabaya, Sigit Sutriyono mengatakan sidang akan dipimpin Hakim Ketua R Anton Widyopriyono.

Namun demikian Sigit mengaku belum mengetahui jadwal pasti kapan sidang dimulai. Menurutnya hal itu tergantung dengan keputusan jaksa.

“Itu yang saya enggak tahu,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ambruknya Jalan Gubeng, Surabaya, yang terjadi pada 18 Desember 2018 silam.

Mereka adalah RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya; AP selaku Side Manager dari PT NKE; BS selaku Dirut PT NKE; RW selaku Manager PT NKE; LAH selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Selain itu, sempat juga mencuat nama putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, dalam kasus tersebut. Fuad sendiri juga pernah diperiksa penyidik Polda Jatim pada Maret 2019 lalu.

Usai diperiksa, Fuad mengaku tak mengetahui apapun terkait kasus amblasnya jalan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa kedatangan dirinya hanya memberikan keterangan sebagai saksi.

“Masalah Gubeng itu lho. Sudah ndak tahu, saya kan ndak tahu apa-apa masalah itu. Yang penting saya datang, Alhamdulillah, sebagai saksi,” kata Fuad, Mares silam.

Fuad mengaku dicecar sebanyak 20 pertanyaan oleh penyidik. Namun, menolak menjelaskan apa saja yang menjadi materi pertanyaan.

“Kalau itu coba tanya ke penyidik ya,” ujarnya singkat. Pada kasus Jalan Gubeng ini, saat ambles ada bebrapa mobil yang sedang parkir terperosok. (ds/sumber antar/CNN)

loading...