Angkasa Pura 2

Aksi Budi Karya di Tanjung Priok: Dwelling Time 2,4 Hari, Ekspor Naik 7 Persen dan Biaya Logistik Terendah

Dermaga Ekonomi & BisnisRabu, 9 Oktober 2019
20191009_101947

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejak menjabat Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) gas pol membangun infrastruktur dan membebani sistem logistik Indonesia.

Salah satu prioritas tinggi pembangunan sektor tersebut, Jokowi menekankan kinerja pelabuhan. Dalam banyak kesempatan, dia tidak hanya memberikan arahan, tetapi terjun langsung ke pelabuhan.

Seperti saat meresmikan Terminal Petikemas Kalibaru I di Tanjung Priok, Selasa (13/9/2016), dia meminta otoritas pelabuhan di seluruh Indonesia memangkas waktu bongkar muat barang (dwelling time) dari saat ini rata-rata tiga hari menjadi hanya dua hari.

Dia mengingatkan target dwelling time dipasang demi meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, terutama dalam hal pelayanan di pelabuhan. Dwelling time di Pelabuhan Utama Tanjung Priok berkisar 3,2 – 3,7 hari. Namun, angka itu masih bisa ditekan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan pelabuhan.

“Di sini (Pelabuhan Tanjung Priok) sudah cukup baik, tapi masih harus diperbaiki lagi sampai dengan angka dua koma (hari). Semua (pelabuhan) harus menuju ke angka ini (dua koma),” tegasnya saat itu.

Persoalan daya saing juga disoroti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico Rustombi mengemukakan dari tahun ke tahun dalam PDB Indonesia, biaya logistik tidak berkurang dari 20 persen dan masih bertahan di sekitar angka 23 sampai dengan 24 persen.

Asosiasi itu menilai kalau biaya logistik itu dapat turun ke angka 20 persen atau 18 persen, maka Indonesia memiliki nilai daya saing tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Gerak cepat Budi Karya

Membenahi sistem logistik itu menjadi salah satu tugas utama Budi Karya Sumadi ketika dipromosikan Jokowi dari posisi Direktur Utama PT Angkasa Pura II menjadi Menteri Perhubungan.

IMG_20191009_102239

Seperti bosnya, Budi Karya Sumadi rajin blusukan ke pelabuhan, terutama Pelabuhan Tanjung Priok. Paralel dengan aksi memplototi pelabuhan terbesar di Indonesia itu, dia mengangkat Capt. Hermanta, M.Mar menjadi Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat berkunjung ke pelabuhan itu pada Ahad, 6 Oktober 2019,
Budi Karya Sumadi mencatat masa penimbunan peti kemas atau dwelling time di pelabuhan logistik Tanjung Priok turun menjadi rata-rata 2,4 hari.

Pada April lalu, masa dwelling time untuk barang ekspor-impor masih di atas 3 hari sehingga acap menimbulkan penumpukan. “Penurunan angka dwelling time ini diikuti oleh peningkatan volume kapasitas bongkar-muat barang,” ujar menteri didampingi Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Capt. Hermanta.

Hingga pengujung 2019, Budi Karya menargetkan bongkar-muat kapal di seluruh terminal di Tanjung Priok akan mencapai 8 juta TEUs. Angka tersebut naik sekitar 500 ribu TEUs dari tahun lalu yang hanya 7,5 juta TEUs.

Prestasi Menteri Budi Karya Sumadi membenahi Pelabuhan Tanjung Priok ternyata tak hanya mampu merealisasikan perintah Presiden Jokowi soal dwelling time, tetapi juga di begitu banyak aspek.

Kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kombes. Pol. Capt. Hermanta mengemukakan terjadi peningkatan ekspor sebesar tujuh persen tahun 2019 dibandingkan tahun 2018.

Dia menuturkan tahun 2018 arus ekspor sebanyak 1.450.643,59 TEUs. Tahun ini hingga Agustus telah mencapai 1.546.550,84 TEUs. Sedangkan throughput petikemas pada tahun 2018, mencapai 4.238.479 TUEs. Tahun 2019 hingga Agustus tercatat 4.515.612 TEUs.

Hermanta mengemukakan biaya logistik di Pelabuhan Tanjung Priok sesuai data World Bank, telah mencapai 17,2 persen atau paling rendah di antara seluruh pelabuhan di Indonesia.

“Dengan demikian, pelabuhan ini telah memberikan kontribusi besar dalam peningkatan nilai daya saing Indonesia dibandingkan negara lain,” cetus mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik dan Sunda Kelapa itu.

99201995822

Mengenai keinginan Menteri Budi Karya Sumadi menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub, Hermanta mengutarakan kalkulasi bisnis memperlihatkan tarif transhipment ekspor dari Tanjung Priok jauh lebih murah.

“Biaya logistik lebih murah hingga 50 persen. Pemilik barang dan eksportir diuntungkan,” jelas pria yang sudah sekitar 1,5 tahun menjadi Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok itu.

Dia mencontohkan ekspor dari Pelabuhan Belawan ke Amerika Serikat (AS) via Singapura terkena tarif Rp40,7 juta/TEU. Sedangkan bila langsung dari Tanjung Priok ke AS hanya Rp20,4 juta/TEU atau lebih murah 50 persen.

Lebih murahnya tarif dari Pelabuhan Tanjung Priok karena komponen tarifnya berupa CHC dari pelabuhan asal, freight dari pelabuhan asal ke Jakarta, CHC di Tanjung Priok dan freight dari Tanjung Priok ke AS.

Sedangkan ekspor melalui Singapura maka komponen tarifnya CHC di pelabuhan asal, freight dari pelabuhan asal ke Singapura, CHC di Singapura dan freight dari Singapura ke AS.

20191009_104224

Lalu Bagaimana Mengelola Pelabuhan Tanjung Priok?

Hermanta menuturkan berdasarkan perintah dari Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut maka digelar aksi manajerial disertai inovasi berkelanjutan.

“Prinsipnya dasarnya adalah pelayanan harus seefisien dan sefektif mungkin dengan mengedepankan tata kelola pemerintahan, yang baik dan bersih. Bekerja 24 jam dan wajib bebas korupsi serta pungli,” ujarnya.

Implementasonya antara lain berupa optimalisasi manajemen pelayanan dermaga untuk sandar kapal. Kantor Otoritas Pelabuhan dan PT Pelabuhan Indonesia II bersinergi dalam mengoptimalkan kapasitas pemanfaatan dermaga untuk melayani kapal asing/domestik secara maksimal

Inaportnet
Percepatan proses pelayanan kapal dan barang melalui sistem digitalisasi (inaportnet) dengan waktu layanan 2-3 menit.

“Inaportnet akan terintegrasi dengan DO dari pelayaran dan SPPB (Bea Cukai),” ungkapnya.

Autogate System

Peningkatan layanan keluar/masuk (receiving/delivery) ekspor impor secara Autogate System yang terintegrasi antara Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, Karantina Hewan, Tumbuhan & Ikan, dan Terminal.

“Waktu total Gate in setelah autogate menjadi 1 menit 18 detik. Waktu total gate out setelah autogate menjadi 1 menit 1 detik. Lebih cepat,” ujar Hermanta.

Pemanduan

Selain itu, percepatan pelayanan penyandaran kapal melalui pemanduan dengan sistem Marine Operating System (MOS) sehingga waktu tunggu kapal sandar menjadi lebih singkat dan cepat.

Digital Payment

Sistem pembayaran kegiatan jasa kepelabuhanan dilakukan secara digital sehingga proses pemenuhan kewajiban pembayaran menjadi lebih cepat dan mudah. Selain itu, penerbitan kode billing pada simponi

“Seluruh Instansi dan aparatur yang ada di pelabuhan telah melakukan pelayanan tanpa henti dalam 24 jam selama 7 hari penuh,” jelasnya.

Proses pengambilan barang impor dari luar negeri oleh pemilik barang/consignee telah dilakukan secara online (digitalisasi) sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Traffic Management

Manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan dan terpadu sehingga proses pengiriman dan penerimaan barang di pelabuhan menjadi lebih lancar dan tepat waktu.

Menerbitkan Surat Edaran tentang Pemanfaatan Buffer Area (UM.006/12/17/OP.TPK19) Mengimbau dan menginformasikan pada pemangku kepentingan pelabuhan Tanjung Priok tentan Pemanfaatan Buffer sebagai tempat parkir sehingga tidak menggunakan bahu jalan saat pengurusan dokumen bongkar muat
• Menerbitkan Surat edaran tentang Pengaturan Operasional Kendaraan Trailer (UM.006/14/7/OP.TPK-19).

“Denhan manajemen ini maka tidak ada lagi antre panjang truk di dalam pelauhan dan tidak ada lagi truk parkir sembarangan,” cetusnya.

Perizinan Digital

Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok telah membangun sistem perizinan Si Cantik OP (Sistem Cetak Informasi Teknologi Komputer) di bidang kepelabuhanan (pelayaran, keagenan kapal, perusahaan bongkar muat, jasa pengurusan transportasi, Tempat Penimbunan Barang, dan Jasa terkait lainnya).

Dengan menggunakan sistem digital, dia menuturka layanan ini memudahkan pengguna jasa dalam mengajukan perizinan usaha/investasi. “Cetak sendiri. Jam berapapun. Tidak ada konrak fisik antara pengguna jasa dengan petugas,” tuturnya.

IMG-20191008-WA0022

IMG-20191008-WA0021

Si Cantik OP ini melayani 24 jam untuk pengurusan:
• Pendaftaran Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha (PMKU)
• Rekomendasi Pembukaan kantor cabang Pelayaran
• Rekomendasi TUKS/RIP
• Rekomendasi JPT, PBM, TPS
• Ijin Kerja Keruk

(awe).

loading...