Angkasa Pura 2

Angkut 36 Penumpang, Kapal Menara Gading Kandas di Tanjung Selor

DermagaRabu, 9 Oktober 2019
WhatsApp-Image-2019-10-09-at-14.11

TARAKAN (BeritaTrana.com) – Kapal Menara Gading berpenumpang 36 orang, kandas di sungai dekat Muara Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (9/10/2019).

Kapal tersebut kandas setelah 25 menit berangkat dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, menuju Tanjung Selor.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Syaharuddin mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan mengenai kecelakaan kapal sekitar pukul 07.50 Wita dari agen pelayaran.

“Belum bisa memastikan lokasi kapal kandas. Kemungkinan pas lewat di situ perhitungan nakhoda terhadap pasang surut meleset,” kata Syaharuddin di Tarakan.

Dari laporan yang diterima, seluruh penumpang dalam kondisi baik. Kapal speed boat tersebut mengangkut 36 orang yang terdiri atas 35 orang penumpang dewasa dan satu anak. Mereka telah dievakuasi menggunakan speed boat lain yang disediakan oleh agen, setelah sekitar enam jam berada di kapal baru.

Syaharuddin mengatakan, para penumpang memang sempat panik karena kapal kandas. Namun, tidak ada yang terluka. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Syahbandar Tanjung Selor, maupun instansi terkait lainnya untuk dapat memberikan bantuan.

Dia juga sudah memerintahkan pihak operator yaitu agen pelayaran untuk langsung mengirimkan makanan.

“Kami memang masih terkendala surut air yang begitu jauh sehingga kapal bantuan tidak bisa merapat ke kapal yang kandas. Perbekalan harus dibawa melalui darat,” katanya.

Dia mengatakan, penyebab pasti kapal kandas belum diketahui. Mereka masih menunggu pemeriksaan terhadap nakhoda. Namun, pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah kapal tiba di Tarakan.

Speed boat Menara Gading akhirnya baru bisa bergeser ke tengah muara, saat air pasang sekira pukul 13.00 Wita. Namun, kapal tidak diizinkan meneruskan perjalanan ke Tanjung Selor karena KSOP masih akan melakukan pemeriksaan.

Dari laporan yang diterima, seluruh penumpang dalam kondisi baik. Kapal speed boat tersebut mengangkut 36 orang yang terdiri atas 35 orang penumpang dewasa dan satu anak. Mereka telah dievakuasi menggunakan speed boat lain yang disediakan oleh agen, setelah sekitar enam jam berada di kapal baru.

Syaharuddin mengatakan, para penumpang memang sempat panik karena kapal kandas. Namun, tidak ada yang terluka. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Syahbandar Tanjung Selor, maupun instansi terkait lainnya untuk dapat memberikan bantuan. Dia juga sudah memerintahkan pihak operator yaitu agen pelayaran untuk langsung mengirimkan makanan.

“Kami memang masih terkendala surut air yang begitu jauh sehingga kapal bantuan tidak bisa merapat ke kapal yang kandas. Perbekalan harus dibawa melalui darat,” katanya.

Dia mengatakan, penyebab pasti kapal kandas belum diketahui. Mereka masih menunggu pemeriksaan terhadap nakhoda. Namun, pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah kapal tiba di Tarakan.

Speed boat Menara Gading akhirnya baru bisa bergeser ke tengah muara, saat air pasang sekira pukul 13.00 Wita. Namun, kapal tidak diizinkan meneruskan perjalanan ke Tanjung Selor karena KSOP masih akan melakukan pemeriksaan.

(via/sumber: inews.id/foto: korankaltara.com).

loading...