Angkasa Pura 2

Bandara Kediri Bakal Terintegrasi dengan Angkutan Umum

Bandara KoridorRabu, 9 Oktober 2019
Design_bandara_Kediri

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, memastikan akses menuju Bandara Kediri nantinya bakal terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Integrasi angkutan umum yang menuju Bandara Kediri atau sebaliknya bisa menggunakan bus atau travel dari pihak swasta.

“Sudah pasti dari bandara akan diintegrasikan dengan transportasi lain, jadi begitu turun dari pesawat pasti harus ada transportasi lain, apakah via kereta api atau darat begitu,” ungkap Budi Setiyadi melalui sambungan telepon, Selasa (8/10/2019).

Budi mengatakan, pembahasan soal angkutan umum di Bandara Kediri masih terlalu dini.

Karena itulah pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Dirjen Perhubungan Udara (Hubdar) dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mengenai mekanisme transportasi ke bandara maupun sebaliknya, pihaknya masih berkoordinasi dengan jajaran terkait guna mengetahui seperti apa angkutan umum yang dibutuhkannya.

“Biasanya, di awal (keberadaan bandara) pasti ada subsidi angkutan atau mempersiapkan koridor khusus beserta angkutannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, akses jalan menuju Bandara Kediri berada di jalan poros Kediri-Nganjuk.

Keberadaan angkutan umum di jalur lalu lintas tersebut sudah ada, tapi armadanya sangat terbatas karena bukan jalan utama.

Budi melanjutkan, karena itulah pembangun titik simpul tranportasi massal pasti diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

Kementerian PUPR pasti sudah mempersiapkan infrastruktur seperti jalan tol atau pelebaran jalan untuk mendukung akses ke bandara yang akan menelan investasi sekitar Rp 6 triliun.

“Nanti kalau ada persiapan dari PUPR baru kita masuk, dipersiapkan angkutan umumnya dari mana. Kediri-Nganjuk, Kediri-Blitar atau Tulungagung pasti kita siapkan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, Hubdar memastikan akan ada kajian terkait integrasi tranportasi angkutan umum dari Bandara Kediri.

Integrasi itu bisa menggunakan angkutan umum bus dari penugasan Damri atau swasta travel yang sifatnya fleksibel sesuai kebutuhannya.

Sedangkan, jalur utama dan jalur tol akses menuju ke bandara merupakan wewenang dari PUPR.

“Kita menunggu undangan dari Dirjen Perhubungan Udara kalau tidak ya kita akan berinisiatif menyurvei ke lokasi transportasi apa yang dibutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin mengatakan, telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) soal sarana prasana penunjang Bandara Kediri.

Sebab, infrastruktur jalan penghubung menuju ke bandara mutlak saling terkoneksi.

Dia juga berharap infrastruktur pendukung itu bisa digarap beriringan dengan pembangunan Bandara Kediri.

“Kami sudah sampaikan ke BPJT bahwa jalan tol penghubung wilayah Kediri dan Tulungagung layak dibangun. Tak hanya Tol Kertosono-Kediri saja. Selain itu akses jalan nasional, provinsi dan kota juga jadi sistem jaringan jalan pendukung Bandara Kediri,” pungkasnya. [dan/surya.co.id/foto: ist]

loading...