Angkasa Pura 2

6 Perampok Ikat Nakhoda dan Awak KM Putra Nelayan di Sungai Bela Indragiri Hilir

DermagaKamis, 10 Oktober 2019
sungai bela

INDRAGIRI HILIR (BeritaTrans.com) – Sebanyak enam perampok bersenjata tajam menyatroni Kapal Putra Nelayan di perairan Sungai Merusi, Desa Sungai Bela, Kecamagan Kuindra, Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman melalui Kasubag Humas Polres Inhil, IPTU Warno, Rabu (09/10/2019), menjelaskan kronologis kejadian berawal sekitar pukul 10.00 WIB, saat kapal yang dinahkodai Firman tersebut berangkat dari Kota Tembilahan dengan membawa muatan bahan makanan dan bahan bangunan menuju Kepulauan Riau.

Sewaktu melintas di Perairan Sungai Merusi, tiba-tiba, speedboad 40 PK pun mendekat. Kemudian 6 orang keluar dari dalam speedboat tersebut dan masuk ke dalam kapal.

Enam orang yang membawa senjata api, parang dan kayu tersebut langsung mengikat nahkoda kapal dan para ABK dengan tali serta menutup mata mereka dengan lakban.

Dengan nada mengancam mereka pun meminta uang, setelah mengetahui letak uang dan mengambilnya, mereka pun kemudian mengancam untuk tidak melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian, lalu mereka pergi.

“Uang senilai Rp9,8 juta dibawa kabur, tidak hanya itu hand phone dan sebuah cincin berbalut emas pun berhasil mereka bawa kabur,” jelas Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman.

Saat ini, dikatakan Warno, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Inhil.

Kejadian Sebelumnya

Sebelumnya kapal bermuatan ikan asal Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi korban perampokan di perairan Tanjung Camar, Sungai Jepon, Kelurahan Seberang Tembilahan. Selasa (9/5/2017) sekira pukul 02.00 WIB. Pada kejadian itu, seorang ABK kapal, Zuli yang terjun ke sungai belum ditemukan.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Polair AKP Awaluddin Dalimunthe menceritakan, kronologis kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa (9/5/2017) di perairan Tanjung Camar Sei Jepon Kelurahan Seberang Tembilahan, pompong tanpa nama yang dinakhodai Satri dan 2 ABKnya, berlayar dari Sungai Bela.

Pada saat pompong tersebut melintas di perairan Tanjung Camar, datang pompong jenis perahu sekira GT 1,5, bersandar ke pompong korban. Empat orang laki-laki yang ada diatas pompong yang baru datang itu langsung menodong para korban, dengan benda yang diduga jenis Sajam.

“Karena ketakutan, ABK yang bernama Izul dan Zuli melompat ke sungai, yang mengakibatkan Zuli tenggelam dan sampai saat ini belum ditemukan,” ungkap AKP Awaluddin Dalimunthe, Selasa (9/5/2017).

Saat para korban terjun ke sungai, para pelaku mengambil ikan sebanyak 7 kotak, senilai Rp 5.000.000 dan 25 buah tabung gas ukuran 3 kilogram kosong. Setelah melancarkan aksinya, para pelaku kemudian meninggalkan pompong korban.

Sat Polair Polres yang menerima laporan kejadian, langsung melakukan tindakan mendatangi TKP serta mencari korban yang hilang dan berkoordinasi dengan Polsek Kuindra untuk mengungkap pelaku curas tersebut dan dengan BPBD Inhil untuk mencari korban yang hilang.

“Sampai saat ini, korban yang hilang belum ditemukan, sedangkan pelaku masih dalam pengejaran Sat Polair dan Polsek Kuindra,” ujarnya.

(dien/sumber: goriau.com/foto: ilustrasi//riaupembaruan.com).

loading...