Angkasa Pura 2

Pelindo II Stop Dana Bantuan, Program Rasionalisasi TKBM Priok Nyaris Terhenti

DermagaSelasa, 15 Oktober 2019
1571086456968_adobe-800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com). Program rasionalisasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok nyaris terhenti, sejak Pelindo II menyetop dana bantuan rasionalisasi sekitar dua tahun lalu.

Program rasionalisasi TKBM dilakukan dengan cara mengurangi jumlah buruh usia lanjut (56 tahun ke atas) agar semua TKBM berusia produktif dengan jumlah tidak kebih dari 2000 orang.

Sekretaris Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Asep Slamet ditemui BeritaTrans. com, kemarin mengatakan sampai sekarang masih tercatat sekitar 400 TKBM usia lanjut dari total jumlah TKBM tercatat 2.346 orang.

” Kita kesulitan untuk mencapai jumlah TKBM yang rasional (sekitar 2000 orang) karena program rasionalisasi nyaris terhenti sejak Pelindo II menyetop bantuan dana rasionalisasi Rp 20 juta /TKBM terkena rasionalisasi.

Selain bantuan dana dari Pelindo II TKBM yang terkena rasionalisasi juga mendapat dana Rp 8,5 juta dari Koperasi TKBM sehingga total dana yang diterima Rp 28,5 jura/TKBM.

Asep mengatakan sebenarnya
dalam kontrak dengan Pelindo II, BUMN tersebut akan membantu dana rasionalisasi untuk 1.000 TKBM. Namun, pelaksanaan baru terealisasi 600 orang bantuan distop dengan alasan terjadi perubahan kebijakan di Pelindo II, kata Asep.

Koperasi TKBM sudah berkali kali menyurati Pelindo II minta agar sisa dana rasionalisasi untuk 400 TKBM dicairkan tapi hingga kini tidak ada respon positip, ujar Asep.

Tanpa bantuan dana Pelindo II, Koperasi hanya mampu melaksanakan rasionalisasi terhadap 2 orang TKBM selama
dua tahun terakhir, kata Asep.

Menurut catatan BeritaTrans. com, program rasionalisasi sudah digelar Koperasi TKBM sejak 2003 dengan maksud agar produktivitas TKBM tinggi karena masih berusia produktif.

Selain itu untuk menciptakan jumlah TKBM yang seimbang dengan volume pekerjaan yang ada di pelabuhan agar tiap buruh bisa bekerja rata-rata 20 hari dalam sebulan (mandays). Sementara saat ini setiap buruh rata rata hanya bekerja 13 sampai 14 hari dalam sebulan. Angka mandays itu hanya dihitung rata-rata. Realnya ada sebulan kerja 25 hari tapi ada pula hanya kerja 2 sampai 3 hari dalam sebulan.

Beberapa tahun lalu, program rasionalisasi ini juga sempat tersendat ketika Jamsostek menaikkan uang jaminan (klaim) bagi peserta sehingga banyak TKBM menolak di-rasionalisasi karena mengharapkan uang dari jamsostek.

Kemudian sekitar 3-4 tahun lalu Pelindo II yang mengharapkkan produktivitas kerja TKBM tinggi karena berpengaruh pada produktivitas pelabuhan menggelontorkan bantuan dana Rp 20 juta dari Rp 28,5 juta uang pesangon untuk setiap TKBM dirasionalisasi. Sementara Rp 8,5 juta berasal dari dana koperasi.

Pelindo II saat itu disebut sebut mengalokasikan dana tiap tahun untuk rasionalisasi 250 TKBM dengan target selesai tahun 2017 sehingga jumlah TKBM yang ideal nantinya hanya sekitar 2000 an. Tapi program dana bantuan tersebut macet sejak tiga tahun lalu.
(wilam)

loading...