Angkasa Pura 2

Emirates Airline Tolak Terima Pesawat Boeing

KokpitKamis, 17 Oktober 2019
images.jpeg-57

Jakarta (BeritaTrans.com) – Emirates Airline akan mempertimbangkan kembali, apakah tetap akan menerima salah satu dari 115 Boeing 777-9 yang telah dipesan di 2020. Hal ini diungkapkan Presiden Emirates Tim Clark pada Senin (14/10/2019).

Emirates, seharusnya menerima Boeing 777-9 pertamanya di tahun depan. Tetapi langkah Boeing menangguhkan pengujian beban peswat membuat maskapai penerbangan ini ragu.

“Pada akhir tahun depan kita akan memiliki delapan dari mereka (Boeing). Sekarang kelihatannya kita tidak akan memiliki satu pun,” kata Tim Clark pada konferensi di Dubai, sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (15/10/2019).

Tim Clark mengatakan, dia telah memberi tahu Boeing bahwa dia uji coba jet baru harus dilakukan selama 13 hingga 16 bulan. Emirates memesan 150 jet 777X, termasuk varian 777-8, pada 2013 kemudian menambah 40 jet Boeing 787 Dreamliner pada tahun 2017.

Sebelumnya, Boeing menangguhkan pengujian pada September, ketika laporan media mengatakan pintu kargo gagal dalam uji tegangan saat mendarat. Ada juga masalah dengan mesin turbin GE9X General Electric Co yang fungsinya memberi daya pada jet tersebut.

Boeing mengatakan, pihaknya mengharapkan untuk mengadakan tes penerbangan awal pada tahun 2020. Diharapkan Boeing 777X dapat memasuki layanan komersial pada tahun yang sama.

Pesawat Boeing 737 MAX juga ditangguhkan penggunaannya di seluruh dunia pada Maret setelah dua kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang. Perangkat lunak pesawat itu dinyatakan bermasalah.

Pada September Tim Clark juga menegaskan bahwa Emirates tidak akan mengambil Airbus dan Boeing baru, kecuali mereka benar-benar siap. Ia mengatakan kedua perusahaan, harus meningkatkan keandalannya.

Selain Emirates, American Airlines juga rupanya membatalkan penerbangan untuk pesawat jenis 737 MAX milik Boeing hingga 16 Januari mendatang. Pilot Southwest Airlines juga akan mengajukan gugatan kepada Boeing karena dianggap menyesatkan maskapai tentang 737 MAX. (Lia/sumber:cnbcindonesia)

loading...