Angkasa Pura 2

Garuda Belum Putuskan Apakah Minta Ganti Rugi Pesawat Retak Atau Tidak ke Boeing

KokpitKamis, 17 Oktober 2019
IMG-20191017-WA0004

JAKARTA (BeriraTrans.com) – Menyusul ditemukannya retakan pada salah satu armada Garuda Indonesia Boeing 737 NG saat pemeriksaan, maskapai plat merah itu belum memutuskan untuk minta ganti rugi ke pabrikan atau tidak.

“Sedang dipertimbangkan,” ucap Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara di Jakarta, Rabu (15/10/2019).

Pesawat yang ditemukan ada retakan, kata dia sudah tidak dioperasikan lagi untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan mengumumkan bersamaan dengan langkaj pemeriksaan pesawat jenis Boeing, maka pihaknya melakukan inspeksi pada armada yang telah dioperasikan lebih dari 30.000 Flight Cycle (FC).

Dari hasil Pemeriksaan pesawat B737NG yang beroperasi di Indonesia, Direktur Kelaikudaran dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Avirianto menyampaikan, pesawat dengan umur lebih dari 30.000 FC, per 10 Oktober 2019, ditemukan tiga pesawat yang mengalami crack.

Dari tiga pesawat B737NG yang ditemukan crack, pesawat diberhentikan operasinya menunggu rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta kepada operator yang mengoperasikan B737NG yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air, untuk memasukan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003, kedalam Maintenance Program dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” ucapnya. (omy)

loading...