Angkasa Pura 2

Rencana Induk Penelitian 2020-2024 Balitbanghub Disusun

LitbangJumat, 18 Oktober 2019
IMG_20191018_052931

IMG-20191018-WA0003

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) gelar Focus Group Discussion terkait Rencana Induk Penelitian Transportasi Badan Litbang Perhubungan Tahun 2020 – 2024 dengan tema “Peran Badan Litbang Perhubungan Terkait Rencana Induk Penelitian Kepada Para Subsektor Kementerian Perhubungan”.

Sekretaris Badan Litbang Perhubungan, Rosita Sinaga mengemukakan alasan teoritikal terkait penelitian dan pengembangan dalam konsep manajemen strategis.

“Litbang memiliki peran dalam melakukan scanning lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar perencanaan (planning by research), fungsi formulasi kebijakan (formulating policy) dan fungsi control (Controlling),” tutur Rosita di Yogyakarta, Kamis (17/10/2019).

Dalam konteks manajemen pembangunan nasional dan daerah, litbang berperan menghasilkan berbagai proxy, model dan pilihan kebijakan yang dapat digunakan oleh pengambil kebijakan di Pusat ataupun Daerah untuk perencanaan, perumusan kebijakan serta pembinaan dan pengawasan pembangunan, khususnya di bidang transportasi.

“Balitbanghub ke depan harus berperan sebagai internal-consultant yang memberikan dukungan pengambilan keputusan berbasis riset” ucapnya.

Selain itu juga berkewajiban mengelola informasi riset dan pengembangan teknologi, yang secara strategis diperlukan untuk mendukung perekonomian dan pembangunan nasional, termasuk merancang program dan agenda riset dan melaksanakan manajemen program

Mengelola hak perlindungan intelektual, mengelola penyebarluasan teknologi, dan mengelola jaringan interaksi dengan berbagai pihak.

“Peran Balitbanghub yang begitu strategis tentunya memerlukan pedoman yang dapat dijadikan rujukan dalam penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan dari tahun ke tahun, sehingga Rencana Induk Penelitian ini memiliki arti penting bagi perkembangan Balitbamghub pada khususnya, serta penelitian transportasi pada umumnya,” kata dia.

Untuk diketahui, bahwa Rencana Induk Penelitian disusun dengan berpedoman pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) tahun 2020-2045 sebagai acuan utama perencanaan sektor riset di skala Nasional.

Kegiatan FGD ini diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari setiap unit kerja di lingkungan kementerian perhubungan, praktisi, dan akademisi. Selain itu, untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi yang optimal, maka diundang pula narasumber-narasumber yang kompeten dibidangnya, diantaranya Ketua tim kajian Rencana Induk Penelitian Transportasi Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada dengan tema “Penyusunan Rencana Induk Penelitian Transportasi”

Direktur Sistem Riset dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti dengan tema “Strategi dalam Penyusunan Rencana Induk Penelitian yang Sistemik dan Termanfaatkan; serta Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, dengan tema “Arah Kebijakan Pembiayaan Penelitian LPDP di Bidang Transportasi”.

“Diharapkan dengan adanya penyusunan Rencana Induk Penelitian dapat mendorong banyak hal,” ujar Rosita.

Diantaranya penguatan strategi pengembangan penelitian di bidang transportasi; Fokus penelitian pada pengembangan bidang transportasi; Penguatan sistem, organisasi dan tata kelola penelitian dengan menjalankan reformasi birokrasi untuk menciptakan layanan prima dalam penelitian.

Penguatan dan pengembangan kerjasama nasional dan internasional untuk peningkatan infrastruktur penelitian; Penguatan sistem informasi penelitian yang terintegrasi dengan sistem informasi lain; serta, pengembangan sinergi antarproses dan sinergi interdisiplin ilmu baik dengan instansi penelitian dalam negeri dan luar negeri.

Penelitian dan pengembangan diharapkan menjadi sebuah dasar kebijakan transportasi yang mampu menjadi solusi persoalan masyarakat dan jasa transportasi, serta dengan semakin tingginya kapasitas Litbanghub.

“Maka diharapkan dapat mengasilkan konsep, model, dan pilihan kebijakan yang akurat sebagai dasar dalam menentukan arah dan strategi pembangunan yang tepat yang akan mendorong keberhasilan pembangunan,” pungkas Rosita. (omy)

loading...