Angkasa Pura 2

Harapan Aptrindo: BPH Migas Harus Mampu Awasi Pendistribusian Solar Subsidi

KoridorSabtu, 19 Oktober 2019
WhatsApp-Image-2019-10-17-at-21.26.40-2-768x512-800x600

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo ) mengharapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mampu mengawasi pendistribusian solar bersubsidi agar tepat sasaran.

“Jangan seperti selama ini. Akibat Pengawasan lemah, pendistribusian solar subsidi tidak tepat sasaran. Dampaknya pengusaha angkutan barang yang menderita,”kata Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan Sabtu (19/10/2019).

Menurut Tarigan, masalah kelangkaan solar subsidi termasuk penertiban kendaraan Over Dimensi /Over Load (ODOL) paling banyak dikeluhan DPD/DPC Aptrindo pada Rakornas Aptrindo, Kamis malam lalu.

Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengharapkan Kabinet Pemerintahan Jokowi periode kedua nanti lebih tegas dalam menegakkan aturan.

“Misalnya, kalau BPH Migas terbukti masih tidak mampu mengawasi pendistribusian BBM subsisi secara tepat sasaran, lebih baik BPH Migas dibubarkan saja oleh Menteri BUMN yang baru nanti,” ujar Tarigan.

Tarigan juga mengharapkan pada kabinet baru nanti tetap serius dalam melakulan penertiban ODOL. Karena selain dapat memperparah kerusakan jalan, kendaraan ODOL juga merugikan pengusaha angkutan.

“Karena bila pengawasan ODOL lemah, pengusaha angkutan bersaing dalam angkut barang melebihi kapasitas . Kondisi ini menyebabkan kendaraan cepat rusak dan berpotensi mengundang kecelakaan lalulintas,” ujarnya.

Dalam Rakor yang dipimpin Ketum DPP Gemilang Tarigan itu beberapa isu terkini disampaikan oleh para pengurus DPD dan DPC Aptrindo dari sejumlah daerah. Isu itu, antara lain masalah kelangkaan bahan bakar solar subsidi, truk ODOL (overdimensi overload), uji kir, penerapan reflektor, dan kebijakan pemerintah daerah.

Dalam rakor diungkapkan, DPP telah mengirimkan surat resmi ke Menteri ESDM. Dampak BBM subsidi banyak kebocoran, pelaku usaha angkutan menderita. Sementara, tarif angkutan tidak bisa naik kendati BBM subsidi langka.

Dalam suratnya, Aptrindo minta subsidi dicabut saja dan Anggaran subsidi lebih baik dialihkan untuk stimulus peremajaan armada truck bagi anggota.
(wilam)

loading...