Angkasa Pura 2

Bandara Ngurah Rai Layani 17,8 Juta Penumpang Januari-September 2019

BandaraMinggu, 20 Oktober 2019
images.jpeg-40

MANGUPURA (BeritaTrans.com) – Sepanjang periode Januari–September 2019, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, tercatat melayani sebanyak 17,8 juta penumpang atau tepatnya 17.844.690 jiwa. Pergerakan penumpang dilayani oleh 114.631 pesawat udara, baik dari rute domestik maupun internasional.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry AY Sikado, menjelaskan bila dibandingkan dengan catatan pergerakan penumpang di periode yang sama di 2018 lalu, angka penumpang yang dilayani selama sembilan bulan berjalan tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 1 persen.

“Tahun lalu jumlah penumpang yang keluar masuk Bali lewat bandar udara tercatat sebanyak 17.742.158 penumpang. Jadi, di tahun ini ada peningkatan 102.532 penumpang,” ucapnya, Kamis (17/10).

Dari catatan pihak bandara, rute internasional masih mengungguli rute domestik untuk urusan jumlah penumpang. Perbandingannya 10.365.977 penumpang internasional dan 7.478.713 penumpang domestik. Walau jumlah penumpang internasional lebih banyak, namun dari pergerakan pesawat domestik lebih unggul, yakni 59.773 pergerakan pesawat. Sedangkan rute internasional mencapai 54.858 pergerakan pesawat.

“Di tahun ini penumpang rute internasional mengalami pertumbuhan yang sangat positif dibandingkan dengan periode Januari–September 2018 lalu. Tumbuh hampir satu juta penumpang atau 10 persen. Sangat, sangat positif,” lanjutnya.

“Tercatat, jumlah penumpang rute internasional yang terlayani selama sembilan bulan di tahun 2018 lalu adalah sebanyak 9.421.167 penumpang. Sedangkan tahun ini 10.365.977 penumpang. Dengan demikian, di tahun ini terdapat pertumbuhan penumpang rute internasional sebanyak 944.810 penumpang,” imbuh Herry.

Untuk rute domestik, Herry menjelaskan, pergerakan penumpang dari Januari hingga September 2019 masih mengalami penurunan dibanding dengan periode yang sama di 2018 lalu. “Pada tahun lalu, tercatat 8.302.991 penumpang untuk rute domestik. Namun, sekarang tercatat 7.478.713 penumpang. Terdapat selisih sebanyak 824.278 penumpang, atau turun sebesar 11 persen,” tuturnya.

Hal yang sama terjadi untuk catatan pergerakan pesawat udara. Dengan jumlah 114.631 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2019 ini, terdapat penurunan sebesar 5 persen jika dibanding dengan statistik di periode yang sama di 2018 lalu. “Untuk rute internasional, jumlah pergerakan pesawat udara cenderung stabil, atau sama dengan jumlah di tahun lalu. Tetapi untuk rute domestik, turun sekitar 5 persen. Meskipun demikian, hal tersebut tidak terlalu berdampak pada operasional bandar udara. Pelayanan tetap kami utamakan,” tegasnya.

“Bahkan, di bulan ini kami melakukan launching satu fasilitas baru yang ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam proses penjemputan penumpang dalam wujud fasilitas digital meeting point. Serta melakukan beautifikasi pada fasilitas holding room yang ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus. Pelayanan tetap, dan selalu kami nomorsatukan,” ujar Herry. (Lia/sumber:nusabali)

loading...