Angkasa Pura 2

Harus Jaga Penuh Perlintasan KA, Begini Cara Petugas untuk Makan dan Urusan ke Toilet

EmplasemenSelasa, 22 Oktober 2019
922201971745

BEKASI (BeritaTrans.com) – Kamal adalah salah satu petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) kereta api (KA)pada pos gardu PJL 81 di jalan KH. Agus Salim, Proyek, Kota Bekasi.

Dia selalu siap siaga melihat jam, menerima signal kereta akan tiba pada meja pelayanan dan berkomunikasi sesama PJL di gardu terdekat untuk mengetahui kedatangan kereta di perlintasan.

Dalam bangunan berbentuk kubus tempat dia ditempatkan, ada seperangkat alat kerja berupa meja pelayanan untuk menerima signal kereta mulai mendekat yang juga terdapat tombol menaik-turunkan palang pintu yang juga menyatu dengan buzzer (sejenis tombol nofikasi) apabila kereta sudah berada di sekitar pos dengan jarak 1 kolimeter. Juga ada batre listrik cadangan dan kamar kecil bagi petugas yang berjaga.

922201971756

Komunikasi sesama petugas PJL selalu terhubung ke saluran telfon di gardu PJL 78 di Bulan-Bulan, PJL 81 di Pasar Baru, PJL 85 di Indopotlend dan PJL 91 di Stasiun Tambun untuk mengetahui kedatangan kereta.

Siang terik itu, Kamal sedang mendapat jatah tugas pada pagi hari. ulai bekerja pada jam 7.00 pagi hari dan berakhir pukul 15.00.

Selama bekerja, petugas PJL harus selalu siap siaga, berkonsentrasi penuh dan terjaga  menggunakan alat indera pendengaran dan penglihatannya dengan baik.

Bahkan, untuk urusan mengisi perut, Kamal selalu memesan makanan melalui tukang parkir untuk membeli makanan di sekitar lingkungan kerjanya dan menahan semampunya jika hendak ke toilet.

“Kalau misal mau makan enggak boleh pergi keluar pos, kalau saya minta tolong sama tulang parkir suruh belikan makan, kalau mau ke toilet ya harus tahan-tahanlah karena sudah konsikuensi pekerjaan,” ucapnya sambil duduk di sebuah kursi sambil mencuri pandangannya pada jam dinding.

Pria asal Buaran, Kota Bekasi, tersebut mengatakan, bekerja untuk keselamatan orang lain ditekuninya dengan tulus hati.

“Saya sudah empat tahun bekerja seperti ini, dulu sebelumnya saya pengawas rel, pekerjaan ini meskipun terlihat mudah akan tetapi ada tanggung jawab yang besar.” kata Kamal kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (21/10/2019).

Tugas pokok dari PJL sendiri, yaitu mengamankan jalur KA dari gangguan kendaraan umum dengan menutup palang pintu perlintasan kereta. Di samping itu juga, petugas secara tidak langsung turut mengamankan pengguna jalan lain.

“Ya, pekerjaan dengan melibatkan keselamatan orang banyak tentu tidak bisa dianggap remeh. Maka dari itu selain petugas, para pengendara pun punya peran penting untuk saling menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.” tambahnya.

92220197187

Ia nampak selalu memerhatikan jam dinding dan lembar daftar jadwal perjalanan KA yang akan melintasi posnya yang sudah tertempel pada dinding kerjanya. Dengan berpakaian berwarna oren, lengkap dengan topi dan sepatu hitamnya.

Ia mulai bersiap dan menurunkan palang pintu karena KA hendak akan melintasi posnya. Saat sesudah menerima pesan dari bunyi genta sebagai penanda kereta sudah bertolak dari stasiun, juga dari pos sebelumnya oleh seorang petugas melalui alat komunikasi handy talky yang sudah berbentuk telfon.

Ketika kereta mendekat, ia menyambutnya dengan salam kepada masinis. Setelah itu, ia kembali membuka palang pintu perlintasan. Tak lupa setelahnya ia mengambil sebuah pena dan mencatat nomor, waktu KA dan pintu perlintasan dibuka kembali dalam sebuah buku laporan.

Dalam satu pos ditugaskan sebanyak 4 orang petugas PJL  KA yang terbagi dalam 3 shift bagi setiap petugas masing-masingnya 8 jam yaitu pagi, siang, malam dan 1 orang libur. (fahmi).

loading...