Angkasa Pura 2

Menjaga Keselamatan Kereta

Setiap Hari Sawin Berjalan Kaki Susuri & Periksa Rel KA dari Stasiun Tambun hingga Bekasi

EmplasemenSelasa, 22 Oktober 2019
banshower3

banshower1

BEKASI (BeritaTrans.com) – Menebaras dinginnya malam, Sawin berjalan kaki menyusuri dan memeriksa rel kereta api (KA). Dia bekerja memastikan rel tak bermasalah sehingga aman dilintasi kereta.

Mengenakan seragam orange dan aksen menyala lengkap dengan helm senter, handy talky, Sawin berjalan dengan langkah tegap hingga terdengar gesekan krikil dengan sepatunya di atas bantalan rel. Tak lupa membawa kunci Inggris di tangan kiri dan memanggul tas punggung yang berisi perbekalan minuman, jas hujan, bendera semboyan, dan buku kecil. Di situ juga ada buku ‘Pas Jalan’ berisi catatan seperti jam periksa, nama petugas, dan laporan harian kondisi rel kereta.

Pandangan tajam matanya ke arah bawah, sesekali ke arah pemukiman warga, yang berada di pinggiran rel KA. Di tangan warga Gabus Desa di Sriamur, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, tersebut keamanan dan keselamatan rangkaian lokomotif dengan kereta, yang mondar-mandir, dipertaruhkan. Pekerjaan itu disebut Baan Schower atau Petugas Penilik Jalan (PPJ) kereta api.

Lelaki berusia 42 tahun itu sudah 18 tahun bergelut dengan tugas jalan kereta api. Sejak sore hingga malam dan setiap hari, dia memeriksa dengan teliti setiap inchi rel kereta api sesuai wilayah teritorial kerjanya.

“Saya periksa ada baut kendur, bantalan rel rusak, lidah wesel rusak, longsoran, pohon tumbang, harus steril dari rintangan jalan. Sampai paling parah kita temuin baut yang hilang, apa yang di wilayah jalur kereta musti kita yang amanin.” ungkap Sawin kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (21/10/2019) malam.

ayah dari 3 orang anak itu.

banshower2

Pekerjaan ayah dari 3 orang anak itu memang menantang maut. Saat kereta hendak mendekat, sinar terang kuning sudah kelihatan dari kejauhan, dia mulai menjauh dari rel untuk menghindari kibasan angin KA. Saat KA mendekat tak lupa melambaikan tangan kepada KA menyapa masinis tanda semboyan aman.

“Kita harus berhenti dan menyingkir dari jalan kereta, jika dari kejauhan sudah kelihatan cahaya dan suara klakson kereta.” kata Sawin.

Setiap petugas sudah menunggu sesama PPJ. Sawin harus berjalan menyusuri rel kereta api hingga batasnya sudah ditentukan.  Buku Pas Jalan miliknya dibubuhi tanda tangan masing-masing petugas.

“Lintasan saya sampai sini, buku Pas Jalan saya ditandatangani teman petugas lain di batas kerja saya.” ujarnya.

Tak lama berbicara dengan sesama petugas, PPJ ini langsung bergegas jalan kembali mengarah ke Stasiun Tambun.

“Istirahat mendinginkan jantung bentaran,  langsung balik lagi, kita cek jalur hulu dan hilir, hampir sekitar 2 jam, sekali jalan, jadi kalau dihitung pulang dan pergi pengecekan sekitar 4 jam lebih tergantung kondisi kereta.” katanya.

banshower

Jika hendak ke arah timur, ia berada di jalur kereta barat. Jika hendak ke barat dia mengecek dan berada di jalur timur. Itu dilakukan untuk menghindari kedatangan kereta dari arah belakang.

Menurutnya ada 5 petugas PPJ sehari jalan, terdiri dari 2 orang PPJ dari Tambun- Bekasi yang ditugaskan satu orang siang hari dan satu orng sore hari, dan  2 PPJ dark stasiun Bekasi-Cakung. dan orang perwakilan yang mendapat jatah libur.

Pria yang sebelumnya menjadi Penjaga Jalan Lintasan (PJL) selama 4 tahun ini menyatakan kiat aman selama melakukan pekerjaan ini.

“Kunci supaya aman satu yaitu kita saling menghargai saling sapa terutama masyarakat, pemuda , preman dan semuanya yang ada di sini kita harus memperkenalkan diri. Misalnya ada apa-apa kita juga butuh bantuan mereka.” tambahnya. (fahmi).

loading...