Angkasa Pura 2

Susi Pudjiastuti Tak Dipanggil Jokowi untuk Jadi Menteri Lagi, Warganet Bereaksi

Figur Kelautan & PerikananSelasa, 22 Oktober 2019
42868599_303

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dari belasan menteri lama, yang dipanggil Presiden Jokowi, ternyata hingga Selasa (22/10/2019) malam, tidak ada Susi Pudjiastuti. Warganet pun betanya-tanya.

Tak hanya mencari, publik bahkan menginginkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan asal Pangandaran, Jawa Barat, itu tetap ada di kabinet, membantu presiden. Keinginan publik itu hingga menjadi trending topik di jagat maya.

IMG_20191022_230618

Hingga pukul 18.35 WIB, tagar WeWantSUSI berada di posisi teratas trending di Twitter.
Tak sedikit dari netizen mengungkapkan rasa cintanya kepada Susi.

“Hallo Mr.@jokowi , even your rival supporters agree, that she is still the best #WeWantSUSI,” kata @BartoSammZ.


“#WeWantSUSI because we need HUMAN with ACHIEVEMENTS, not STUPID IMAGING!”
ujar @alfftrh.

Lantas, ke mana kah Susi?

images (5)

Sejak Jumat (18/10), Susi Pudjiastuti sudah mengemas barang-barang pribadinya dari rumah dinas menteri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Seorang petugas keamanan di rumah tersebut menyatakan, barang-barang itu dibawa ke rumah pribadi Susi.

“Sudah mulai berkemas, sebagian ada barang yang dibawa ke rumah pribadi di daerah Halim dan ada yang dibawa ke Pangandaran,” kata petugas keamanan saat ditemui di lokasi.

Susi Pudjiastuti sempat mengunggah video saat ia masih menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Video tersebut berisi kenangan ketika ia bercanda dengan menteri-menteri lainnya.

Dalam video itu, Susi Pudjiastuti berpose dengan kacamatanya yang membuat orang-orang tertawa.

Ia terlihat mencolok karena gaun merah muda cerah yang ia kenakan.

Di akhir video, Susi Pudjiastuti berfoto bersama menteri wanita lainnya, seperti Sri Mulyani, Rini Soemarno, Nila F Moeloek, Yohana Yembise, dan Retno LP Marsudi.

Di keterangan video, Susi Pudjiastuti mengatakan masa kerja selama lima tahun tak terasa.

“Kabinet Kerja: bercanda, meledek satu sama lain … bekerja .. akhirnya tak terasa selesai sudah 5 tahun masakerja … ratusan wa masuk clip video ini yg saya terima..” tulisnya pada Sabtu (19/10/2019).

Susi, Tato dan Merokok

Sejak diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014, Susi Pudjiastutikerap menjadi buah bibir media dan jejaring sosial. Penampilannya pun dianggap tidak sesuai dengan “norma” perempuan-perempuan Indonesia. Dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, DW Indonesia melakukan wawancara ekslusif dengan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Deutsche Welle (DW): Anda meninggalkan bangku sekolah saat SMA dan nekad untuk berbisnis yang kemudian sukses. Apakah menurut Anda pendidikan tidak cukup untuk menjamin masa depan seseorang?

Susi Pudjiastuti: Tidak bisa seperti itu juga. Keputusan itu sangat pribadi. Saya pikir saya waktu itu merasakan bahwa saya tidak sesuai dengan sistem sekolah. Saya memutuskan untuk mandiri. Saya masih berpikir pendidikan sangat penting, karena tidak semua orang kepribadiannya seperti saya. Pada dasarnya, pendidikan masih sangat penting. Dan tidak semua bisa seberuntung saya. Jadi sebaiknya ya harus tetap menempuh jalur pendidikan.

Anda dikenal sebagai perempuan yang berbeda dari norma di Indonesia. Bertato, merokok dan bergaya maskulin. Apa yang ingin Anda tunjukkan dari perbedaan Anda itu?

Tato dan rokok telah menjadi bagian dari diri saya selama bertahun-tahun. Ini adalah cara saya menjalani hidup saya. Tato hanyalah hasil dari “night out” bersama kawan-kawan perempuan dan waktu itu mereka pada bikin tato, ya saya ikut-ikut saja. Tato tidak bisa dibuang kan. Ya sudah, mau apa lagi. Dan kebetulan saya dulu bekerja di perusahaan saya sendiri yang tidak mengharuskan saya untuk tidak bertato. Sementara masalah merokok ya itu kebiasaan yang kemungkinan menjadi seperti kecanduan. Hobi yang tidak sehat. Tapi yah adalah bagian dari diri saya.

Apa ada niat untuk menambah tato?

Ndak lah. (Beliau tertawa – Red) Sudah 30 tahun lebih itu. Dan selalu jadi bahan pergunjingan ya. Kadang-kadang jadi mengganggu juga. Kadang saya menyesal.

ukDDvcBO

Sebagai perempuan, apakah ada hambatan yang Anda alami sebagai menteri dan bagaimana cara Anda mengatasinya?

Dalam hal pekerjaan tidak ada. Cuman ada hal private sebagai wanita yang kadang-kadang agak susah. Seperti misalnya kunjungan ke daerah, tidak ada MCK yang benar. Jadi akhirnya saya belajar dari beberapa pengalaman. Misalnya waktu saya ke Waingapu, ada lokasi yang tidak ada MCK. Jadi kalau kepepet harus pipis ya berenang saja ke laut. Dengan cara saya bekerja, tidak ada yang mempermasalahkan perempuan atau laki-laki. Mereka pikir saya bisa mengerjakan apa saja. Jangan pikirkan tentang perbedaan.

Kebijakan Anda dalam menenggelamkan kapal menimbulkan konflik. Baik Wapres Jusuf Kalla dan Menko Maritim Luhut Panjaitan meminta agar kebijakan penenggelaman kapal segera dihentikan. Mengapa Anda memiliki pendapat yang bertentangan?

Penenggelaman kapal itu bukan kebijakan Susi Pudjiastuti. Ini yang media selalu salah. Tapi amanah undang-undang dan penenggelaman itu diputuskan oleh keputusan pengadilan. Jadi hanya kapal yang diputuskan oleh pengadilan untuk dimusnahkan, itu yang ditenggelamkan oleh kita.

38453430_403

Kenapa penggelaman itu diliput besar-besaran, karena itu hasil keputusan bersama presiden. Presiden memutuskan untuk efek jera, kita publikasikan. Jadi bukan kebijakan Susi.

Kemudian tentang kabar bahwa ekspor turun gara-gara pengenggelaman kapal, justru tidak. Sejak kita perang melawan penangkapan ikan ilegal, ekspor kita naik terus. PDB (produk domestik bruto) Perikanan Indonesia dari tadinya nomor buncit sekarang nomor satu di Asia Tenggara. Ekspor kita naik. Impornya turun. Nilai tukar usaha perikanan juga naik menjadi 120 persen.

Saya juga heran dengan perdebatan yang ada. Penenggelaman itu bukan aksi pribadi tapi pelaksanaan keputusan pengadilan. Yang kapal langsung ditembak di tengah laut tidak ada selama saya bertugas – tidak ada yang tanpa keputusan pengadilan. Aneh sebenarnya ada pejabat yang mempertanyakan hal ini.

Ada juga yang bertanya: “Eh kepikir gak bu menteri sama mereka yang kapalnya ditembaki?” Ya kita mesti tanya sama orang yang ditahan. Misalnya kasus KPK, eh bagaimana tuh perasaan keluarga yang lagi diperiksa sama KPK. Tapi saya diam saja. Kan kita namanya pembantu, bawahan. Tidak boleh macam-macam.

Sosok Anda dianggap sebagai sosok yang kontroversial, namun dicintai. Khususnya di jejaring sosial. Mengapa menurut Anda fenomena ini bisa terjadi?

Saya tidak bisa menganalisanya. Terlalu aneh untuk pola pikir saya. Ya orang cinta, orang senang. Untuk saya yang penting, saya bekerja profesional. Itu saja. Mengkin juga karena ada perasaan apa dari masyarakat, bahwa sekarang kita berdaulat, kita punya kekuatan, kita ini punya rasa bangga. Ternyata negara tetangga kita ini ikannya nyuri dari kita, makanya PDB mereka hancur total sekarang di perikanan.

(jasmine/sumber: kumparan.com, tribunnews.com dan dw.com).