Angkasa Pura 2

Inilah Daftar Formasi Penerimaan CPNS 2019 dari Provinsi Jakarta hingga Gunungkidul

Another News SDMRabu, 30 Oktober 2019
images.jpeg-74

Jakarta (BeritaTrans.com) – Daftar alokasi formasi lengkap penerimaan Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang telah terbukti menekan angka kecurangan dan percaloan.

Rencananya, SKD akan dilakukan pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Pada Tahun Anggaran 2019 dibuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di 68 (enam puluh delapan) Kementerian/Lembaga dan 462 (empat ratus enam puluh dua) Pemerintah dan Provinsi/Kabupaten/Kota.

Pendaftaran CPNS 2019 dibuka secara online melalui Sscn di alamat sscasn.bkn.go.id atau https://sscasn.bkn.go.id/ .

Alokasi Formasi Penerimaan dan Pendaftaran CPNS 2019 yang Dirilis Menpan.go.id
Alokasi Formasi Penerimaan dan Pendaftaran CPNS 2019 yang Dirilis Menpan.go.id (menpan.go.id)

inilah-alokasi-formasi-penerimaan-dan-pendaftaran-cpns-2019-yang-dirilis-menpangoid

74325960_2661633387230753_3296700666004635648_o

Berikut formasi Alokasi Formasi CPNS yang dilansir Tribunjogja.com dari menpan.go.id untuk Pemprov DIY, Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah

1. Provinsi DI Yogyakarta 718
2. Kabupaten Bantul 601
3. Kabupaten Sleman 643
4. Kabupaten Gunungkidul 345
5. Kabupaten Kulon Progo 360
6. Kota Jogja 419
7. Provinsi Jawa Tengah 1.409

73309555_2661633317230760_8823860286424350720_o

75552779_2661633507230741_279131565244547072_o

Bantul

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 di Kabupaten Bantul tersedia 601 formasi. Jumlah tersebut didominasi oleh tenaga pendidikan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta mengatakan, 601 formasi CPNS di Bantul yang telah disetujui oleh pemerintah pusat terbagi kedalam tiga kategori. Antara lain tenaga pendidikan 308, tenaga teknis 205 dan tenaga kesehatan 88.

“Masih sama seperti tahun 2018, CPNS tahun 2019 ini didominasi tenaga pendidikan,” kata dia, Senin (21/10/2019). Sekedar informasi, pada tahun 2018 silam, Kabupaten Bantul membuka CPNS sebanyak 550 formasi. Mereka terbagi kedalam tenaga guru 340, tenaga kesehatan 165, tenaga
teknis 56 dan eks tenaga honor K-2 sebanyak 4 orang.

Tahun ini, menurut Danu, sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Karena dari 601 formasi yang akan segera dibuka, semuanya CPNS. Tidak ada lowongan untuk PPPK, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Danu menjelaskan pada tahap awal, pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan dua kategori. Kategori P3K dan PNS. Bahkan kuota untuk P3K cukup banyak yang diusulkan. Namun saat penetapan dari pemerintah pusat ternyata semua formasi untuk CPNS. Tidak ada P3K.

“Jadi penerimaan sekarang hanya untuk CPNS,” terang dia.

Ditambahkan Kasubbid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPP, Jazari Hasyim mengatakan, dari 601 formasi yang akan segera dibuka, pihaknya saat ini masih terus melakukan
finalisasi. Termasuk memperjuangkan kuota untuk kategori difabel.

“Ini masih proses. Karena kami juga memiliki kewajiban untuk memberikan ruang untuk dissabilitas,” kata dia.

Kota Jogja

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membuka sebanyak 419 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Adapun formasi terbanyak masih pada tenaga kesehatan
dan pendidikan dengan masing-masing sebanyak 50 guru dan 206 tenaga kesehatan, serta 163 untuk tenaga fungsional tertentu dan pelaksana.

Kepala BKPP Kota Yogyakarta, Kris Sardjono Sutedjo menjelaskan, sebelumnya pihaknya mengajukan sebanyak 1006 formasi yang dibutuhkan, namun KemenpanRB hanya menyetujui
sejumlah tersebut di atas. Jumlah yang disetujui itu hanya untuk CPNS dan belum untuk kebutuhan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pembagiannya juga sudah ditentukan dari pusat masing-masing OPD berapa,” kata Kris, Senin (28/10).

Dijelaskannya, ke depan pelamar sudah langsung memilih posisi yang diminati dengan nama jabatan. Sementara untuk kualifikasi pendidikan, penerimaan di tahun ini dikhususkan pada jenjang pendidikan D3 dan juga S1.

Pemkot sebenarnya sangat membutuhkan formasi pada tenaga pelaksana fungsional. Dari 750 formasi yang diajukan lalu, sebagian besar terdiri dari jabatan tersebut. Ketetapan indeks prestasi bagi pelamar juga belum ditentukan karena hal itu masih akan dikaji dan ditetapkan langsung se Provinsi DIY.

“Tahun lalu kan minimal 2,85, kemungkinan yang sekarang juga segitu,” imbuhnya.

Pemkab Sleman
Pemerintah pusat telah merilis formasi CPNS tahun 2019 dan dipastikan tidak ada formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dimungkinkan
pendaftaran PPPK baru dibuka pada tahun 2020.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Sleman Suyono membenarkan hal tersebut. “Kemarin Menpan RB tidak menyinggung masalah PPPK, hanya
mengutarakan kemungkinan baru ada di 2020,” bebernya.

Sebelumnya, pemkab telah mengajukan sekitar 725 formasi. Itu di dalamnya termasuk formasi untuk PPPK. Dengan tidak adanya formasi untuk PPPK, artinya pemkab Sleman hanya mendapatkan formasi untuk CPNS, yakni 643 formasi. Sesuai dengan Surat Keputusan Menpan RB RI No 579/2019 tentang Penetapan Kebutuhan PNS di Lingkungan Pemkab
Sleman tahun 2019, formasi tersebut meliputi tenaga pendidikan, kesehatan dan teknis.

Suyono menerangkan, formasi paling banyak yaitu untuk tenaga pendidikan yakni sebanyak 346 formasi. Kemudian 214 formasi tenaga kesehatan dan 83 formasi tenaga teknis. Menurutnya prioritas formasi pendidikan lantaran pemerintah memiliki tujuan untuk meningkatkan SDM.

Dengan penambahan jumlah tersebut, kebutuhan ASN di Sleman masih dirasa kurang. Suyono mengungkapkan, rata-rata setiap tahun ada 600 lebih PNS yang purna tugas.

Ia menjelaskan, idealnya Sleman memiliki 14 ribu PNS, dan saat ini baru terisi 9 ribu. Maka Pemkab Sleman masih membutuhkan setidaknya tambahan 5.000 PNS lagi.

“Jadi kita akan memaksimalkan tenaga yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu berharap banyak generasi milenial yang mendaftar CPNS.

“Sekarang kan serba cepat dan IT. Ya harapannya generasi milenial yang masuk. Karena ke depan pelaporan dan lain sebagainya tidak manual lagi, kalau yang tua pasti keteteran,” terangnya.

Sedangkan untuk kementerian meliputi

1. 1010 Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 60
2. 1020 Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian 67
3. 1050 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 77
4. 1040 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 72
5. 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 98
6. 2040 Kementerian Sadan Usaha Milik Negara 25
7. 2050 Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan anak 25
8. 2060 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 140
9. 2100 Kementerian Pemuda dan Olahraga 11
10. 2120 Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi 230

11. 3001 Kementerian Dalam Negeri 370
12. 3002 Kementerian Luar Negeri 138
13. 3003 Kementerian Pertahanan 552
14. 3004 Kementerian Hukum Dan Ham 4,598
15. 3005 Kementerian Keuangan 202

16. 3006 Kementerian Pertanian 520
17. 3008 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 187
18. 3009 Kementerian Perhubungan 1,244
19. 3010 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (plus formasi Dikti) 2,196
20. 3011 Kementerian Kesehatan 2,205

Selengkapnya Klik Download di alamat >>>>>>> https://www.menpan.go.id/site/download/file/6172-pengumuman-menteri-panrb-tentang-informasi-penerimaan-cpns-tahun-2019-
di-lingkungan-pemerintah-pusat-dan-daerah
(Lia/sumber:tribunnews)