Angkasa Pura 2

Kanalisasi Ditunda, Jalur Puncak Kembali One Way

Aksi Polisi DestinasiJumat, 1 November 2019
Jalur Puncak. (ist)

PUNCAK (BeritaTrans.com) – Ujicoba tahap kedua sistem 2-1 (kanalisasi) di Jalan Raya Puncak, ditunda untuk sementara waktu. Sistem buka tutup (one way) pun kembali diandalkan untuk mengurai kepadatan di Puncak setiap akhir pekan.

Ujicoba kanalisasi tahap dua sejatinya dilakukan pada 3 November 2019. Namun, dengan beberapa alasan setelah ujicoba pertama akhir pekan lalu dievaluasi, akhirnya diputuskan untuk ditunda.

“Hasil evaluasi, uji coba terus dilanjutkan, tidak dihentikan meski dalam pelaksanaan uji coba pertama ada beberapa kendala. Kami sepakat untuk tidak menyerah dari melihat pada pelaksanaan uji coba pertama,” kata Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, Jumat (1/11/2019).

Syarifah menjelaskan, beberapa alasan mengapa uji coba 3 November ditunda karena bertepatan dengan dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, serta masih banyaknya titik di Jalur Puncak yang tidak bisa dibagi tiga lajur.

“Lalu ada pekerjaan konstruksi jalan sepanjang 5 kilometer yang mengganggu jalannya uji coba kemarin. Diperkirakan pekerjaan itu selesai akhir November, setelah itu baru diagendakan lagi untuk uji coba kedua,” katanya.

Sementara Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Hindro Surahmat menjelaskan, hambatan samping seperti banyaknya pedagang di kanan kiri Jalur Puncak perlu segera dibenahi oleh Pemkab Bogor.

“Ada persoalan hambatan samping PKL, penjual yang perlu ditata kembali, dirapikan, lalu ada beberapa tiang listrik setelah pelebaran jalan belum dipindah sehingga mengganggu dan mengurangi kapasitas jalan,” katanya.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fadli M Amri mengungkapkan, selama menunggu uji coba kanalisasi tahap dua dilakukan, pihaknya akan kembali menerapkan sistem one way di Jalur Puncak.

“Rekayasa seperti biasanya. Pada hari Sabtu, jam 8-12 siang kita berlakukan untuk kendaraan ke atas dan jam 2-5 sore kita berlakukan untuk turun. Lalu di hari Minggu jam 8-12 siang untuk kendaraan naik dan mulai jam 2 siang sampai jam 7 malam untuk yang turun ke arah Tol Jagorawi,” jelas Fadli.

Belum Siap Kanalisasi

Fadli juga menambahkan, masih terlalu banyak simpul kemacetan di Jalur Puncak, karena adanya penyempitan dan persimpangan jalan.

“Seperti lebar jalan yang belum homogen (sama), lalu kemarin waktu uji coba ada pekerjaan jalan yang belum selesai dibangun dan simpul kemacetan itu,” kata Fadli.

Dia menjelaskan, beberapa simpul kemacetan itu di antaranya ada di kawasan Megamendung, persimpangan lokasi wisata Curug Cilember dan Pasar Cisarua.

“Di titik itu jika nanti mau di uji coba kanalisasi lagi, kita coba terapkan dengan rekayasa sektoral atau ada rekayasa khusus di titik-titik itu,” katanya.

Dia juga meminta BPTJ jika ingin melakukan uji coba 2-1 lagi agar dilakukan pada hari Sabtu, di mana arus kendaraan lebih dominan mengarah ke Puncak.

“Kalau hari Minggu lagi, kurang lebih sama dengan uji coba pada 27 Oktober, lebih banyak yang turun. Kita sudah dapatlah gambarannya,” kata dia.

Dia juga mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan jalan-jalan alternatif selain Jalan Raya Puncak, untuk mengurangi beban kendaraan di jalan utama.

“Karena berapa pun fasilitas yang diberikan di Jalan Raya Puncak, jumlah kendaraan yang masuk akan makin banyak. Makanya perlu optimalisasi jalan alternatif Jonggol, Sentul dan Puncak II,” tegasnya. (ds/sumber merdeka)

loading...