Angkasa Pura 2

Angkut Presiden Bolivia, Helikopter Diduga Disabotase

KokpitSelasa, 5 November 2019
images.jpeg-57

LA PAZ, (BeritaTrans.com) – Helikopter yang membawa Presiden Bolivia Evo Morales mendarat darurat, Senin (4/11/2019) karena masalah teknis. Kecelakaan helikopter ini menimbulkan kecurigaan dari pendukung Morales terkait dugaan sabotase. Pasalnya pada akhir pekan lalu lawan politik Morales mengancam akan menggulingkannya.

Angkatan Udara Bolivia memastikan tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. Dijelaskan, gangguan mekanis terjadi setelah helikopter lepas landas dari perkampungan di Andes. Morales baru saja meresmikan jalan baru. dan hendak pulang. Insiden ini juga masil dalam penyelidikan.

“Helikopter EC-145 mengalami masalah mekanis pada rotor ekor saat lepas landas, yang memicu pendaratan darurat,” kata Angkatan Udara Bolivia, dalam pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Selasa (5/11/2019).

Video kejadian itu beredar di media sosial.

“Saudaraku, hari ini, setelah meresmikan jalan di Colquiri, kami mengalami insiden dengan helikopter dan akan diselidiki dengan baik,” cuit Morales.

Morales pun menuduh lawan-lawannya merencanakan kudeta terhadapnya.

images.jpeg-58

Mantan menteri dalam negeri Hugo Moldiz yang juga pendukung Morales, dalam pesan di akun Twitter, menyebut, insiden helikopter ini sebagai aksi kriminal.

Pada Sabtu (2/11/2019), pemimpin oposisi konservatif di Santa Cruz, Luis Fernando Camacho, mengancam akan menjatuhkan Morales dari kekuasaannya.

Sementara itu Presiden Venezuela Nicolas Maduro menunjukkan rasa solidaritasnya kepada Morales.

“Solidaritas terdalam dan dukungan untuk teman kami di selatan, yang mengalami insiden udara tapi tak cedera,” kata Maduro.

Menteri Luar Negeri Diego Pary mengutuk apa yang dia katakan sebagai kudeta yang sedang berlangsung di negara itu dalam pidato di sesi luar biasa dewan permanen Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) di Washington.

Kerusuhan berdarah mencengkeram negara Amerika Selatan itu sejak Morales memenangkan kembali pemilu pada 20 Oktober untuk masa jabatan keempat.

Lawan politik menuduh hasil pemilu itu hanya tipuan dan sarat penyimpangan karena banyaknya kejanggalan dalam penghitungan suara.

Pesaing Morales dalam pemilu, Carlos Mesa, menyerukan digelarnya pemungutan suara ulang dalam waktu dekat. (Lia/sumber:inews, foto:ilustrasi)