Angkasa Pura 2

Komplotan Pencuri HP di Bagasi Pesawat Dibongkar Polres Bandara Soekarno-Hatta

Aksi Polisi BandaraRabu, 6 November 2019
Polres Bandara Soekarno-Hatta gelar ekspos pencurian HP di bagasi pesawat. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Polres Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten membongkar komplotan pencurian ponsel genggam (HP yang berada dalam bagasi pesawat. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho mengatakan, komplotan ini terdiri empat orang, yakni Deni Irawan, Syahrial, Beni Alfiansyah dan Muhammad Rinaldi.

Sebuah jasa ekspedisi mengirim 16 koli berisi HP. Ponsel genggam tersebut dikirim dari Jakarta menuju Medan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut berangkat di hari yang sama sekitar pukul 13:00 WIB pekan lalu.

Setibanya di Bandara Kualanamu Medan, pihak ekspedisi hanya menerima 15 koli. Artinya, satu koli telah hilang entah kemana atau diambil orang.

“Setelah tiba di gudang kargo Bandara Kualanamu Medan, pihak J&T Medan yang mengurus pengambilan kargo mendapati jumlah kargo hanya sampai 15 koli,” kata Alex melalui keterangannya, Rabu (6/11).

Dia menjelaskan, satu koli yang hilang berisi empat ponsel genggam berharga Rp28 juta. Setelah dilakukan penyelidikan polisi menangkap dua orang yaitu Deni Irawan dan Syahrial. Mereka diketahui merupakan pegawai kargo di Bandara Kualanamu.

“Tersangka 1 dan 2 yang bekerja di area kargo Bandara Kualanamu Medan melakukan pencurian terhadap kargo yang dijumpai dengan memasukkan 4 buah handphone ke dalam tas ransel milik tersangka 1 dan membawa keluar area bandara kemudian menjual ke pihak lain untuk mendapatkan keuntungan,” jelas Alex.

Selanjutnya, polisi menangkap keduanya pada 20 Oktober 2019 lalu di Medan. Dari penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan dan juga berhasil menangkap Beni Alfiansyah dan Muhammad Rinaldi.

Sampai saat ini polisi masih memburu satu orang DPO bernama Rihandi yang berperan memerintahkan tersangka Muhammad Rinaldi untuk menjual tiga unit ponsel genggam.

“Para tersangka dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP. Tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara,” tutup Alex. (ds)

loading...