Angkasa Pura 2

Jokowi Minta Ibu Kota Baru Bebas Emisi, Ini Konsep Transportasi Balitbanghub

1072019105623

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tapi menjadi kota bisnis yang bebas emisi. Perintah presiden itu ternyata telah diantisipasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan.

“Ibu Kota baru ini juga kota bisnis. Tetapi bisnis yang bebas emisi, atau industri yang bebas emisi, yang mempekerjakan orang-orang talenta kelas dunia,” kata Jokowi, dalam sambutan Pembukaan Indonesia Instructure Week 2019 dan Indonesia Infrastructure Development Financing 2019, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11).

Jokowi menambahkan google global talent juga berencana hadir di ibu kota baru untuk menarik diaspora pulang ke Indonesia.

“Selain itu juga menjadi magnet bagi orang-orang hebat dunia untuk menetap di ibu kota pengganti DKI Jakarta,” tambah Jokowi.

Dia menegaskan hal tersebut bisa terjadi jika ibu kota menyediakan lapangan kerja yang berkelas.

Menurut Jokowi, ibu kota baru pun harus menyediakan suasana dan pelayanan yang berkualitas kelas dunia, antara lain pelayanan pendidikan dan kesehatan. Ia pun meminta semua pihak agar ikut membantu merancang desain kota yang ideal.

Mantan wali kota Solo itu ingin ibu kota baru menjadi sehat dan ramah lingkungan serta ramah bagi anak-anak dan lanjut usia. Ia berharap ibu kota baru ini memiliki pelayanan publik yang lengkap dan berkualitas dengan ekonomi dan sumber daya berkelanjutan

“Ini harus kita pikiran dan kita rancang secara baik sejak awal,” tuturnya.

Kepala negara menyatakan pemerintah ingin membuat semua kota yang memberi contoh dan bisa menjawab permasalahan dunia. Ibu kota negara baru ini, kata Jokowi, adalah hadiah Indonesia untuk dunia.

“Kita memang mimpinya memang harus tinggi. Jika Dubai, punya jargon the happiest city on the earth. Ibu kota baru nanti, the best on earth, yang cleanest city, the most innovative city dan the most2 yang lainnya,” ujarnya.

Konsep Balitbanghub

Berkaitan dengan perintah Presiden Jokowi itu, Kepala Balitbanghub Sugihardjo mengemukakan lembaganya telah menggelar studi konsep transportasi Ibu Kota Negara (IKN) bertajuk “Smart City, Smart Mobility.”

“Studi itu merupakan perintah dari Bapak Menteri Perhubungan kepada kami,” ungkap Sugihardjo kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis (7/11/2019). Dia mengungkapkan hasil studi itu telah dibahas dalam rapat koordinasi dan sosialisasi dengan melibatkan unsur pemerintah daerah (pemda) tingkat I dan II di Kalimantan Timur.

101201911850

Dalam hasil studi, dia mengemukakan antara lain disodorkan rekomendasi membangun transportasi berbasis elektrik (electric vehicle) dalam konsep Transit Oriented Development (TOD) pada compact city.

Dia menuturkan TOD merupakan pengembangan dengan mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki ataupun bersepeda serta dekat dengan pelayanan angkutan umum yang sangat baik ke seluruh kota.

Pada micro mobility TOD maka direkomendasikan penggunaan non motorized vehicle. “Kendaraan, yang digunakan berupa e-car, e-bie dan e-scooter,” ungkap mantan Sekretaris Jenderal Kemenhub itu.

Sedangkan pada medium dan long distance mobility, dia menjelaskan dipergunakan mass trasit yakni e-bus, ART, LRT dan MRT.

Pada konsep compact city, dia menuturkan juga diusulkan adanya deliniasi (tidak sprawl) dengan kepadatan tinggi, limit growth dan limit traffic.

Sedangkan pada konsep green city, Sugihardjo menuturkan diusulkan interzonal trips berupa fasilitas pejalanan kaki, yang dilindungi oleh pohon rindang atau kanopi.

Plt. Inspektur Jenderal kemenhub itu juga mengungkapkan Smart, Integrated dan Sustainable Transportation pada Urban Transport. “Intinya antara lain mendorong angkutan umum sebagai pilihan masyarakatm mendorong orang berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas people friendly,” ungkapnya didampingi Sekretaris Balitbanghub Rosita Sinaga.

1072019104624

Selain itu, transportasi perkotaan diatur dengan inteliigent transport system, pemisahan antara arus pejalan kaki dan unmotorized vehicle dengan kendaraan bermotor, simpul transport terintegrasi antaramoda transportasi dan tata guna lahan, serta koridor radial masuk pusat pemerintahan dengan MRT underground, dengan circular line kombinasi underground dan at grade.

Pada sistem itu, mantan Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) itu menuturkan maka maksimal 10 menit orang berjalan kaki menuju transportasi umum dan perjalanan 20 kilometer ditempuh maksimal 30 menit.

“Selain itu, angkutan umum berbasis listrik dan bahan bakar ramah lingkungan, serta penggunaan transportasi umum selama jam sibuk,” jelasnya. (awe).

loading...