Angkasa Pura 2

Tarik Wisatawan, Menparekraf Bakal Dekorasi Bandara Bernuansa Liburan

Bandara DestinasiKamis, 7 November 2019
Menparekraf Wishnutama. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebut, arsitektur bisa berperan bagi pariwisata. Wisnu mencontohkan desain bandara yang bisa disulap menjadi unik dan tak melulu modern.

Hal itu disampaikan Wisnutama dalam diskusi Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

“Arsitektur ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata sekalipun bukan hanya ekonomi kreatif, sehingga kita juga Indonesia juga jangan terlalu terjebak dengan segala sesuatu yang mesti modern,” kata Wishnutama.

Menurutnya, dekorasi bandara harus memberi kesan tersendiri bagi pengunjung maupun turis. Wishnutama bosan dengan gaya bandara yang canggih.

“Saya lihat bandara bandara yang dibangun memang modern semua, tetapi menurut saya untuk pariwisata bandara itu harus lebih unik, harus ada perasaan yang ‘oh saya lagi liburan nih’ pada saat mendarat di bandara tersebut,” ucapnya.

“Contoh (bandara) di Thailand Samui, atau bahkan kalau kita ke Orlando, moodnya benar benar mood holiday banget, mood yang terasa betul saya ini lagi liburan, bukan lagi harus construction, belalai yang ke pesawat. Enggak harus melulu seperti itu kok,” sambungnya.

Menurutnya, arsitek bisa mengembangkan hal tersebut untuk daya tarik pariwisata. Serta bisa merekomendasikan ke pihaknya bahwa tidak melulu membuat konsep ultra modern.

“Justru kearifan lokal dengan mengkultur airport yang lebih asri, pasti orang bule akan apresiasi, karena bagi mereka orang luar melihat airport yang canggih itu hal yang biasa, kita harus menawarkan hal yang tidak biasa,” ujarnya.

Dia menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan guna menjadi tawaran Indonesia untuk dunia luar. Sebab, Indonesia tidak bisa dilirik bila tidak menggunakan konsep yang berbeda.

“Kalau kita tawarkan barang yang sama saja, sampai kapanpun kita akan dibandingkan, kita bikin airport secanggih apapun akhirnya yang dibandingin ke canggih lagi,” tuturnya.

“Kita bikin kompetisi sendiri, keunikan, nah itu peran arsitek yang bisa memberikan first impression tersebut, tidak melulu harus serba look secanggih canggih itu bukan, tapi teknologi sistemnya tetap harus canggih,” pungkas Wishnutama. (ds/sumber merdeka)

loading...