Angkasa Pura 2

G Tarigan: Aptrindo Kalbar Harus Berjuang Keras agar dapat Beroperasi di Lintas Batas

Another News KoridorJumat, 8 November 2019
IMG-20191108-WA0026-800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com)- DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indoneeia (Aptrindo) Kalimantan Barat, didorong agar terus bersinergi dengan Pemda setempat dalam upaya mengoptimalkan operasional angkutan barang di daerah itu termasuk operasional lintas batas.

Hal itu diungkapkan Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan dalam bincang bincang dengan BeritaTrans.com di Jakarta kemarin, sehubungan dengan pelantikan pengurus DPD Aptrindo Kalbar periode 2019/2024, pimpinan Imam Darmawan Vidya , Rabu (6/11/2019).

Tarigan mengakui masih banyak hal yang harus diperjuangkan Aptrindo Kalbar untuk mengoptimalkan peran angkutan barang di sana.

Aptrindo setempat harus terus melakukan sinergi dengan Pemda setempat untuk mencari solusi dalam menghadapi berbagai masalah di lapangan seperti penertiban ODOL, kelangkaan solar bersubsidi, terbatasnya SDM pengemudi termasuk standar armada mau pun kompetensi pengemudi khususnya yang beroperadi di lintas batas.

Seperti diketahui, di Kalbar sudah dibangun Terminal Barang Internasional Entikong dengan luas lahan 3,7 hektar dan luas bangunan pengelola terminal sebesar 1.824 meter persegi, luas gudang penimbunan sebesar 2.984 meter persegi dan luas lapangan penimbunan sebesar 4.125 meter persegi.

Namun truk Aptrindo belum ada yang memanfaatkan terminal barang internasional tersebut. Karena untuk angkutan lintas batas terkait dengan berbagai persyaratan antara lain seperti SIM internasional mau pun persyaratan armada yang harus comply dengan ketentuan operasi lintas batas.

Sementara Imam Darmawan Vidya dihubungi terpisah nengatakan terkait dengan persyaratan armada mau pun pengemudi yang beroperasi di lintas batas, perlu ada semacam MoU/kesepakatan antara pemerintah yang wilayahnya berbatasan agar ada kepastian bagi pengusaha angkutan barang.

Gubernur Kalbar dalam sambutan yang di bacakan oleh Kadishub Kalbar Manto Saidi pada pelantikan DPD Aptrindo Kalbar dan seminar di Pontianak Rabu lalu, mengatakan persolan utama angkutan truk di Kalbar adalah pelanggaran Over Dimensi dan Over Loading (ODOL).

Manto mengatakan ke depan Pemda perlu sinergi dengan Aptrindo Kalbar selaku asosiasi pembina pengusaha truking yang ada. (wilam)

loading...