Angkasa Pura 2

Transformasi Pelabuhan Panjang Jadi Trade Fasilitator

DermagaJumat, 8 November 2019
images.jpeg-78

Bekasi (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Panjang dalam proses transformasi menuju pelabuhan kelas dunia. Berbagai fasilitas disiapkan, termasuk jalur koneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Pelabuhan Panjang saat ini sedang dalam proses transformasi dan itu butuh waktu yang tidak sesaat. Butuh sekitar 3 tahun untuk bisa perfect. Kami ingin jadi salah satu pelabuhan yang bukan cuma port operator, tapi endingnya adalah sebagai trade fasilitator,” kata Drajat Sulistyo, General Manager (GM) PT Pelindo II Cabang Panjang, saat acara Customer Gathering di Ball Room Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (6/11/2019) malam.

Drajat menjelaskan aktivitas di Pelabuhan Panjang nantinya akan serba digital. Termasuk, secara realtime mencatat aktivitas bongkar muat.

“Proses digitalisasi kedepan akan mulai establish di awal tahun. Kami akan rilis semua dashbord kegiatan yang bisa dilihat realtime, termasuk cargo owner,” ujarnya.

“Kapal delay juga nantinya akan tedeteksi, termasuk apabila ada kelalaian pilot. Jadi tidak bisa main-main lagi. Kita terus akan naikan performance, kita harus berubah seiring dengan digitalisasi,” lanjutnya.

4 Fokus Pelindo

Drajat menjelaskan kedepan ada 4 fokus yang akan dilakukan Pelindo II dalam rangka menjadikan Pelabuhan Panjang sebagai trade fasilitator.

Pertama, Speed. Menurut Drajat, pihaknya akan mengukur kecepatan dalam melayani, hingga menyikapi keluhan dari para pengguna jasa.

“Kami akan ukur kecepatan melayani, komplain, merubah, hingga mendeliver. Ini syaratnya pelabuhan bisa kelas dunia,” kata dia.

Kedua yakni Akses. Drajat menjelaskan pihaknya tengah mengupayakan membangun akses infrastruktur menuju Pelabuhan Panjang, baik dari darat maupun laut.

“Pelabuhan Panjang berada di tengah masyarakat dan ditengah permukiman, makanya akses melalui darat sudah kami usulkan untuk terintegrasi dengan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Drajat, tingkat okupansi di Pelabuhan Panjang sekitar 27 persen. “Baru 27 persen tingkat okupansi Pelabuhan Panjang. Kedepan, salah satu jalan yang kami tempuh yaitu Tol Trans Sumatera connecting dengan pelabuhan untuk meningkatkan okupansi,” kata dia.

Ia menjelaskan saat ini Pelabuhan Panjang sudah bisa melayani kapal dengan panjang maksimal 264 meter dan kapasitas cargo berkisar 3.000-4.000 kontainer.

Selain akses darat, Pelindo II juga akan melakukan pengerukan di Pelabuhan Panjang untuk diperdalam hingga 14 meter sehingga nantinya seluruh dermaga bisa digunakan kapal bersandar.

“Akses lewat laut, kami akan memperdalam 14 meter sehingga tidak lagi rebutan dermaga. Rata-rata sekarang (dalamnya) 9 meter. Pengerukan akan dilaksanakan tahun 2020,” jelasnya.

Fokus ketiga yakni Physical Office. Drajat mengungkapkan pihaknya akan melengkapi infrastruktur pelayanan pelabuhan dan kantor.

“Kami akan concern memenuhi fasilitas infrastruktur pelabuhan dan kantor. Kami akan buat smart office yang bisa digunakan untuk kegiatan administrasi dan lainnya. Enam bulan sudah bisa deliver, jadi nanti dilengkapi juga dengan musala hingga coffee shop,” kata dia.

Keempat yakni Friendly. “Ini lebih kearah human capital yang bisa anytime melayani pelayanan dan bisnis. Bisa costumer centric. Kami akan terus bertransformasi sampai 2022. Mari kita siap-siap sambut era baru,” ujar Drajat.

Drajat juga mengungkapkan soal Lampung integreted industrial port sebagai ending dari Pelabuhan Panjang sebagai trade fasilitator.

“Lampung integreted industrial port, jika ini terwujud bakal banyak investor yang masuk. Eksodus cargo menuju Pelabuhan Panjang akan dimulai ketika nanti Tol Trans Sumatera tersambung dengan pelabuhan,” ungkapnya. (Lia/Sumber:lampung77, foto:antaranews)

loading...