Angkasa Pura 2

KAI Catat Ada 383 Perlintasan KA Liar di Sumbar

EmplasemenSabtu, 9 November 2019
images (1)

PADANG (BeritaTrans.com) – Pihak PT KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar) mencatat adanya perlintasan sebidang di provinsi Sumbar, sebanyak 453 titik.

Dari jumlah tersebut hanya 25 yang merupakan perlintasan resmi dan memiliki penjaga.

Kemudian ada 45 perlintasan resmi dan tidak punya penjaga.

Dan 383 titik benar-benar merupakan perlintasan liar tanpa plang dan tanpa penjaga.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar M Reza Fahlepi mengatakan, mayoritas perlintasan liar itu berada di koridor Teluk Bayur-Bukit Putus, Bukit Putus-Padang, dan Padang- Lubuk Alung.

Lalu di koridor Lubuk Alung-Kayu Tanam, Lubuk Alung-Pariaman, dan Bukit Putus-Indarung.

Data yang dirilis PT KAI, hingga November 2019 sudah 17 kecelakaan yang melibatkan kereta api di Sumatera Barat.

“Dari angka tersebut, kecelakaan tidak hanya dengan kendaraan roda empat dan dua, tetapi juga kecelakaan antara kereta dan pejalan kaki,” kata M Reza Fahlepi.

Dijelaskan, Reza Fahlepi sesuai Undang Undang No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

“Penutupan perlintasan sebidang itu dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah. Itu tertera dalam undang-undang,” jelas Reza Fahlepi.

Untuk mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang, PT KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya untuk lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat akan melewati perlintasan sebidang.

“Untuk sosialisasi kami sudah melakukannya kepada masyarakat dan sekolah-sekolah di sekitar wilayah perlintasan sebidang. Ini dilakukan guna mewujudkan keselamatan di pelintasan sebidang,” kata Reza Fahlepi. [dan/tribunpadang.com/foto: ilustrasi/ist]

loading...