Angkasa Pura 2

Dilempar dari Kereta Api, Mahatma Gandhi Berubah Total dari Pria Penakut Menjadi Pemberani

Emplasemen FigurSelasa, 12 November 2019
gandhi1

SEMASA kecil hingga beranjak remaja, Mahatma Gandhi dikenal penakut. Dia takut ular, takut hantu, takut pencuri dan takut kegelapan.

Di usia 13 tahun, Gandhi menikah dengan Kasturba, gadis sekampungnya dan dikarunia empat anak laki-laki: Harilal, Manilal, Ramdas, dan Devdas.

Lazimnya keturunan keluarga bangsawan –yang mendapatkan akses dari pemerintah kolonial–pada 1889 Gandhi berangkat ke Inggris. Dia kuliah ilmu hukum di Universitas College, London. Setelah lulus pada 1893, dia pulang ke India untuk menjadi pengacara.

Karena sifat penakutnya, Gandhi gagal total dalam berdebat kasus pertamanya di pengadilan. “Saya berdiri, namun hati saya tenggelam hingga ke sepatu bot saya,” kenang Gandhi dalam Mahatma Gandhi: Sebuah Otobiografi.

Semenjak itu, dia tidak pernah lagi pergi ke pengadilan sampai akhirnya merantau ke Durban, wilayah koloni Inggris di Afrika Selatan pada 1893.

Alam Afrika yang liar mengubah Gandhi yang penakut jadi pemberani. Titik tolaknya, baru sepuluh hari di sana, dia dilempar keluar dari kereta api dalam perjalanan Durban-Johannesburg. Padahal, dia memiliki tiket kelas pertama dan berpakaian rapi. Salahnya, dia duduk di gerbong khusus kulit putih.

Peristiwa itu, serta buku-buku yang dibacanya, antara lain Bhagawad Gita, Song Celestial karya Edwin Arnold, The Kingdom of God is Within You karya Tolstoy, Unto This Last karya John Ruskin dan Civil Disobedience karya Henry David Thoreaus, sedikit banyak mempengaruhi pikirnya. Gandhi terjaga.

“Dia mengorganisir orang India yang tinggal di Afrika,” kata Gurjit Singh, duta besar India untuk Indonesia dalam acara “Celebrate Gandhi Jayanti–International Day of Non Violence” di Gandhi Memorial International School, Jakarta, 2 Oktober 2014.

Akumulasi dari pergerakan antidiskriminasi yang digagasnya terlihat pada 11 September 1906. Dalam rapat raksasa di lapangan umum kekaisaran di Johannesburg itu, Gandhi mendeklarasikan perjuangan tanpa kekerasan. Baginya, perjuangan tanpa kekerasan adalah senjata yang benar-benar berani.

Dan Gandhi pun berkata: “Menjadi budak dari rasa takut adalah bentuk terburuk dari perbudakan.” Inilah cikal bakal gerakan Satyagraha yang legendaris itu.

“Satyagraha adalah damai,” tulis Pascal. “Satyagraha merupakan latihan kekuatan, tidak melalui kekuasaan atas orang lain melainkan kekuasaan atas diri sendiri.”

Satyagraha kali pertama dikumandangkan Gandhi secara terbuka pada Juli 1907. Nama kelompok ini mendunia ketika suratkabar ramai memberitakan aksi mereka pada September 1913. Kala itu, Gandhi memimpin pawai lebih dari duaribu massa Satyagraha ke Provinsi Transvaal. Di saat bersamaan, buruh perusahaan batubara Newcastle, mogok.

Mereka protes terhadap keputusan Mahkamah Agung Transvaal bahwa pernikahan Hindu, Muslim dan Parsi tidak diakui. Juni 1914, tuntutan Gandhi dipenuhi. Pemerintah juga menghapuskan pajak tiga pound tahunan yang diberlakukan kepada buruh kontrak India.

gandhi2

Duapuluh tahun Gandhi berjibaku di Afrika sebelum kembali ke India dan lebur dalam perjuangan kemerdekaan India. Ketika India merdeka pada 1947, Gandhi termasuk orang yang tidak setuju India dibelah dua: Islam ke Pakistan, Hindu di India.

Gandhi meninggal di New Delhi, 30 Januari 1948 dalam usia 78 tahun. Kematiannya simpang siur. Ada versi yang menyebut dia kena serangan jantung. Ada pula yang menyebut dia dibunuh seorang lelaki karena menganggap Gandhi terlalu berpihak ke kaum muslim.

Cinta Mahatma Gandhi dan Putri Komandan AL Inggris

1gandhi

Adalah seorang perempuan Inggris bernama Mirabehn. Ia mencintai seorang lelaki tua sekaligus juga mencintai sebuah ideologi. Lelaki tua yang dicintainya adalah Mahatma Gandhi. Dan ideologi yang dicintainya juga adalah “Mahatma Gandhi”.

Ia mencintai Gandhi secara utuh, baik sosoknya sebagai lelaki sekaligus mencintai nilai-nilai dan pandangan hidup yang diperjuangkan Gandhi.

Mirabehn yang lahir pada 1892, nama asalnya Madeline Slade, mengenal Gandhi lewat biografi yang ditulis Romain Roland, pemenang Nobel Sastra 1915. Mira langsung terpikat dan bertekad pergi ke Ashram Sabharmati, kediaman Gandhi, untuk mengabdikan hidupnya. Ini jelas bukan keputusan mudah.

article-1264952-0913201B000005DC-202_233x423

Bisa kita bayangkan bagaimana reaksi publik begitu mengetahui, Mirabehn, putri Sir Edmund Slade (Komandan Armada Laut Inggris di India Timur), tiba-tiba meninggalkan hidupnya yang mewah dan berkecukupan hanya untuk mengabdi pada orang yang justru menjadi penentang utama kolonialisme Inggris.

Mira berangkat ke India pada 1925. Gandhi, yang sebelumnya telah berkorespondensi dengan Mira, menyambutnya dengan istimewa. Dan sejak itu, Mira seperti menjadi anak emas Gandhi.

Ia mendapat hak-hak yang tak dipunyai kebanyakan penghuni Ashram. Mira, misalnya, mendapat keleluasaan untuk menemani Gandhi di ruangannya menjelang waktu tidur. Pelan tapi pasti, kepercayaan Gandhi kepadanya makin meninggi.

Mira dipercaya untuk menjadi semacam asisten Gandhi. Bahkan, Mira pun diijinkan memijat-mijat kepala Gandhi, sebuah aktivitas yang sebelumnya hanya menjadi hak istimewa Kasturba, istri Gandhi sendiri.

Tetapi Gandhi kemudian mencopot sederet keistimewaan itu. Gandhi melakukannya bukan semata untuk meredakan kecemburuan Kasturba dan penghuni Ashram lainnya, melainkan karena Gandhi mulai khawatir kalau Mira tidak lagi mencintai “Gandhi” sebagai sebuah gugusan nilai perjuangan, melainkan mencintai dirinya sebagai manusia-lelaki. Jika dibiarkan, Mira bisa saja meninggalkan nilai-nilai “Gandhi” jika dirinya, Gandhi, telah mangkat.

Mira sendiri pun menyadari betapa ia juga mencintai Gandhi sebagai manusia. Sudhir Kakar menggambarkan bagaimana gelisahnya Mira tiap kali Gandhi berada jauh dari dirinya.

gandhi

Di saat-saat seperti itulah Mira tersiksa. Mira betul-betul berada dalam tekanan psikologis yang tak tertahankan.

Di puncak kegelisahan itulah muncul sosok Prithvi Singh, seorang lelaki pejuang kemerdekaan India yang radikal. Selama Prithvi di Ashram, Mira sering beroleh kesempatan berduaan dengannya. Mira pun jatuh hati pada Prithvi.

Dengan dukungan Gandhi, Mira sebisa mungkin menarik perhatian sang pujaan. Malang tak bisa ditolak. Ketika Mira bersiap menanggalkan sumpahnya untuk selibat, Prithvi justru menolak menikahinya.

Kendati Mira terus berusaha meluluhkan hati Prithvi, lelaki pejuang itu tak mengubah keputusannya. Mira terhempas dalam sekali pukul. Mira kembali mengalami pukulan luar biasa berat ketika Gandhi terbunuh.

Dalam selang waktu yang agak lama, Mira hanya berdiam diri. Mengenang Gandhi. Lewat 5 tahun kemudian, ia baru kembali memulai aktivitas.

Ia sempat mendirikan Gopal Ashram di Bhilangana, India, pada 1952. Setelah beberapa kali melakukan eksperimen sosial, Mira akhirnya memilih hidup sendiri.

Di sebuah tempat yang terpencil di dekat Wina, Austria. Di sana ia menyepi. Merenung. Dan terutama, Mira kembali menekuni dan memelajari musik Beethoven, sosok yang sebelum kehadiran Gandhi, pernah demikian membuat Mira terobsesi.

tiefa/sumber: zamane.id/Buku “Gandhi Cintaku” (Qanita, 2001) karya Sudhir Kakar

loading...