Angkasa Pura 2

Angkasa Pura II Teken Kerja Sama dengan IATA

Bandara KokpitKamis, 14 November 2019
IMG-20191114-WA0038

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura II (Persero) dan International Air Transport Association (IATA) teken kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) terkait rencana pengembangan sejumlah bandara di Indonesia.

Penandatangan MoU dilakukan oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dan Regional Vice President Asia Pacific IATA Conrad Clifford di Jakarta, kemarin (13/11/2019).

MoU ini merupakan langkah awal kerja sama antara kedua pihak, yaitu PT Angkasa Pura II selaku pengelola 19 bandara di Indonesia dan IATA sebagai asosiasi perwakilan dari maskapai-maskapai di seluruh dunia.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin sebut kolaborasi antara Angkasa Pura II dan IATA nantinya diharapkan juga dapat secara luas mengembangkan sektor kebandarudaraan dan penerbangan nasional.

Angkasa Pura II mengelola 19 bandara termasuk Soekarno-Hatta yang terbesar dan tersibuk di Indonesia. Sementara IATA adalah asosiasi perwakilan maskapai-maskapai di seluruh dunia.

Kami berharap kolaborasi antara operator bandara dan perwakilan maskapai di dunia ini dapat turut meningkatkan level industri penerbangan nasional di skala global,” tutur Awaluddin.

MoU dengan IATA ini juga merupakan implementasi dari program Go Global Partnership yang dicanangkan Angkasa Pura II pada 2019.

“Kami ingin bermitra dengan institusi yang sudah memiliki nama besar di dunia. Target kami adalah Angkasa Pura II dapat memperluas pasar di tingkat global, tidak hanya menjadi yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Adapun melalui MoU yang baru ditandatangani ini, Angkasa Pura II dan IATA bersepakat membahas lima hal guna meningkatkan layanan di bandara-bandara di bawah Angkasa Pura II.

Pertama layanan konsultasi dan perencanaan infrastruktur untuk melanjutkan upaya peningkatan keselamatan dan efisiensi dalam layanan dan operasional bandara.

Kedua layanan konsultasi untuk studi ekonomi atas biaya infrastruktur dan strategi pengurangan biaya terkait.

Ketiga layanan untuk produk dan proses keuangan yang disepakati Keempat, pelatihan terkait dengan strategi untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan sumbe daya manusia. Terakhir, layanan penyediaan data intelijen pasar untuk lalu lintas udara.

“Kami yakin IATA dapat mendukung Angkasa Pura II mencapai visi ebagai The Best Smart-Connected Airport Operator in The Region. Apalagi kami juga tengah menjajaki pasar di Afrika dan Thailand,” ungkap Awaluddin.

Angkasa Pura II sejak awal tahun 2019 telah mencanangkan Flagship Go Global sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis dan mencapai visi sebagai The Best Smart-Connected Airport Operator in The Region.

Dalam flagship Go Global tersebut, ada tiga program utama yang saat ini sedang dijalankan yaitu: Go International, Go Digital dan Go Excellence.

“Implementasi dari Flagship Go Global tersebut antara lain mengelola bandara di luar negeri, bermitra strategis dengan operator bandara kelas dunia, dan meningkatkan kompetensi karyawan hingga berstandar global,” pungkas Awaluddin. (omy)

loading...