Angkasa Pura 2

Kemenhub: Perketat Seleksi Mitra Aplikator Ojol!

KoridorKamis, 14 November 2019
IMG-20191114-WA0055

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menanggapi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019), Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan bahwa kejadian di Medan seharusnya dapat menjadi peringatan dan diantisipasi bagi semua pihak.

Salah satunya dengan cara memperketat pendaftaran calon mitra. Kemarin kata dia Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menyatakan perimgatan itu.

“Kami akan minta aplikator membuat standar baru bagi pendaftaran mitra baru. Apa itu? Satu harus tatap muka. Kedua, harus ada yang merekomendasikan teman yang sudah ada. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap mitra yang sudah bergabung. Pada dasarnya kami sebagai regulator tidak mau menetapkan suatu syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh aplikator tetapi kami tetap akan berikan syarat yang ketat. Paling lambat dalam tiga hari ini sudah harus ada rekomendasi yang harus dipenuhi,” urai Menhub.

Dirjen Budi menguraikan bahwa pihaknya paham situasi tersebut bahwa pelaku terror di Medan sudah tidak lagi aktif sebagai mitra pengemudi ojek online.

“Pelaku bom bunuh diri tersebut namanya Robial Muslim Nasution. Pada saat kejadian, pelaku memang menggunakan jaket ojek online. Setelah dilakukan pemeriksaan, almarhum memang pernah menjadi pengemudi ojek online, namun sudah berhenti sejak dua tahun yang lalu. Jadi, tidak ada kaitan langsung bahwa pelaku adalah pengemudi ojek online,” tegas Dirjen Budi.

Jaket memang kewajiban pengemudi pada saat berkendara untuk perlindungan keselamatan. Pada malam hari juga berfungsi sebagai reflektor atau pemantul cahaya. Dia sangat menyayangkan kejadian di mana pelaku menyalahgunakan jaket ojek online ini.

“Setelah ada penyimpangan seperti ini, saya mengusulkan, jaket bukan properti yang dimiliki pengemudi, misalkan ada nama atau nomor. Jadi, jaket harus dikembalikan setelah putus status kemitraannya. Kalau jaket sudah tidak bagus, itu mungkin jadi kewajiban aplikator untuk memberi yang lebih baik,” ujarnya.

Langkah antisipasi yang disarankan selain memperketat pendaftaran calon mitra dan mengadakan tatap muka yakni mitra dapat menyerahkan SKCK dari Kepolisian.

Selain itu, melakukan penanganan seragam ojek online, sehingga apabila pengemudi sudah tidak menjadi pengemudi ojek maka jaket harus dikembalikan kepada aplikator. Aplikator juga dapat melakukan evaluasi berkala atas mitranya. (omy)

loading...