Angkasa Pura 2

Ketika Pejalan Kaki dan Pesepeda Prioritas Tertinggi Transportasi Jalan di Jakarta, Ini Manfaatnya

Koridor Perspektif Bang AweKamis, 14 November 2019
101420197027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ada yang menarik ketika Kepala Dinas Berhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat membuka assesment test bagi calon anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Dia mengungkapkan empat skala prioritas pembangunan transportasi berbasis jalan raya di Jakarta. Ternyata pejalan kaki dan pesepeda menempati urutan pertama dan kedua, disusul angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Pernyataan Syafrin Liputo kepada calon anggota DTKJ, Rabu (13/11/2019), itu menjadi menarik mengingat keberpihakan tinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Amies Baswedan terhadap green and sustainable transportation.

Keberpihakan ini jelas dan tegas memberikan perhatian kepada transportasi ramah lingkungan, mudah diakses, murah dan memyehatkan. Visi transportasi itu otomatis memasukkan Jakarta dalam barisan kota-kota dunia, yang mulai meninggalkan penggunaan kendaraan bermotor.

101420197040

101420197110

Kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/11/2019), Gubernur Anies Baswedan mengatakan Jakarta merupakan salah satu kota dengan pejalan kaki terendah di dunia.

“Kenapa? Ya karena bukan hanya masyarakatnya yang tidak berjalan kaki, pemerintahnya pun, kami membangun jalan untuk roda. Kita tidak membangun jalan untuk kaki. Nah, sekarang kita bangun jalan untuk kaki, supaya warga lebih banyak berjalan kaki,” ungkapnya.

Menurut Anies, kota-kota besar di luar negeri selalu menyediakan fasilitas untuk para pejalan kaki. Dengan pelebaran trotoar yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Anies berharap menumbuhkan keinginan masyarakat untuk berjalan kaki.

Manfaat Dahsyat Bersepeda dan Jalan Kaki

Secara umum, berjalan kaki dan bersepeda dapat dimanfaatkan oleh publik dengan mudah dan murah. Dia aktifitas itu memacu berlimpahnya kesehatan kepada pelakunya. Berjalan kaki, seperti pendapat sejumlah ahli kesehatan, memiliki tujuh manfaat luar biasa sebagai berikut:

1. Mudah dan Murah. Olah raga jalan kaki sangat mudah dilakukan oleh siapa pun.

2. Mengurangi Stres. Ketika berjalan kaki, kita menemukan ritme tersendiri yang memberi kita rasa nyaman.

3. Menjaga Kesehatan Jantung.

4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh.

5. Memikirkan Ide-Ide Cemerlang.

6. Menurunkan Berat Badan.

7. Mencegah Osteoporosis.

Menurut dokter Melina B. Jampolis, penulis buku The Doctor on Demand Diet, berjalan kaki 30 menit sehari yang dilakukan secara teratur merupakan salah satu hal terbaik dan mudah yang bisa kita lakukan untuk kesehatan tubuh.

“Berjalan adalah olahraga nomor satu yang saya sarankan untuk sebagian besar pasien saya karena itu paling mudah untuk dilakukan. Tidak memerlukan apapun kecuali sepasang sepatu tenis,” katanya.

1014201971635

Sedangkan bersepeda alias gowes menurut Managing Director di Pusat Spesialis Diabetes Dr Mohan dan Deepali Badoni, seorang Fisioterapis di Klinik AktivHealth memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Seperti dilansir Zeenews, Rabu (20/12/2017), dia mengemukakan manfaat kesehatan berikut ini:

Mengurangi risiko penyakit jantung

Bersepeda adalah latihan aerobik yang memiliki beberapa manfaat kesehatan. Salah satunya mengurangi risiko penyakit jantung. Dengan melakukan olahraga ini dengan efektif Anda dapat melancarkan aliran darah. Sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan kestabilan aliran darah.

Obat sakit lutut

Bagi penderita sakit lutut atau gangguan sendi juga disarankan untuk bersepeda. Olahraga ini dapat menguatkan otot kaki dengan alami. Lakukan bersepeda di pagi atau sore hari, yang juga bermanfaat untuk merelaksasi pikiran. Atau lakukan bersepeda saat libur akhir pekan bersama si kecil.

Menjaga kondisi pasien diabetes

Orang yang menderita diabetes harus memastikan bahwa mereka terhidrasi dengan baik saat bersepeda. Apalagi bagi penderita diabetes tipe 1 harus membawa beberapa makanan ringan yang berbasis karbohidrat. Kalau tidak, tubuh akan habis energi karena cukup melatih kardio.

Turunkan kadar kolesterol

Bersepeda mengurangi kadar kolesterol darah, sehingga dapat eningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Dengan bersepeda Anda bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Tekan Polusi Udara

Berjalan kaki dan bersepeda secara otomatis memberikan kontribusi terhadap program dan aksi menekan polusi udara di Ibu Kota.

101420197313

DKI Jakarta menjadi kota dengan polusi udara tertinggi ketiga di dunia pada Minggu (8/9/2019) pagi. Data tersebut diambil berdasarkan parameter kualitas udara yang dirilis AirVisual dari 89 kota di dunia.

Tepat pukul 06.00 WIB, kualitas udara DKI berada pada level tidak sehat dengan parameter US Air Quality Index (AQI US) 130 atau berkategori tidak sehat bagi masyarakat sensitif.

Angka itu terpaut 23 poin lebih rendah dari Dubai, Uni Emirat Arab yang menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk 153, dan Beijing, China, yang menduduki peringkat kedua kota terpolutan di dunia dengan angka indeks 137.

Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas

Bersepeda dan berjalan kaki juga memberikan kontribusi besar dalam mengurangi kemacetan di Jakarta.

1014201971332

Hasil studi Badan Litbang Perhubungan tahun 2015 tentang Rencana Induk Transporasi Jabodetabek (RITJ) disebutkan bahwa Jabodetabek adalah suatu wilayah metropolitan skala besar berpenduduk 21 juta jiwa.

Mereka terdiri atas DKI Jakarta, ibu kota negara Republik Indonesia, dan 7 (tujuh) pemerintah daerah di sekitarnya (Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Depok dan Kabupaten dan Kota Bekasi).

“Padatnya jumlah penduduk di suatu wilayah dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup pelik, salah satunya adalah permasalahan kemacetan,” kata Kepala Balitbanghub Sugihardjo di Jakarta, Kamis (15/10/201).

Menurutnya, kemacetan di Jabodetabek umumnya disebabkan oleh peningkatan laju pertambahan jalan (termasuk jalan tol) sebesar 1% per tahun. Jumlah tidak sebanding dengan laju pertambahan kendaraan yang mencapai 11% per tahun.

“Masalah ini menyebabkan kepadatan volume lalu lintas di jalan raya Jakarta terutama pada jam-jam puncak.” jelas Jojo, sapaan akrab Kabalitbaghub itu.

Menekan Kecelakaan Lalu Lintas

Menggunakan sepeda dan berjalan kaki otomatis juga bersumbabgsih terhadap upaya menekan kecelakaan lalu lintas, yang didominasi pengguna sepeda motor.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat, Januari-September 2019 ada 7.343 kecelakaan lalu lintas di Jakarta.

Jika angka tersebut diambil rata-rata, maka terjadi 27 kali kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Jakarta.

Torehan ini belum membaik dibanding tahun sebelumnya, sehingga dibutuhkan cara strategis untuk menekannya seperti penerapan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ E-TLE).

Secara detail, pada tahun 2017 jumlah kecelakaan mencapai 5.140 kejadian dan terus menunjukkan tren peningkatan di tahun setelahnya hingga 5 persen.

Korban luka berat pun meningkat dari 804 menjadi 1.007, tetapi korban jiwa mengalami penurunan dari 524 korban jiwa menjadi 389 korban jiwa.

Sampai saat ini, kecelakaan didominasi sepeda motor yakni 5.701 kecelakaan, naik 33 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 4.255 kecelakaan.

Kecelakaan lalu lintas pada 2019 didominasi sepeda motor, yakni 4.255 kecelakaan naik dibanding tahun lalu, yaitu 3770 kecelakaan. Sedangkan kecelakaan yang melibatkan busway tercatat naik dari 43 menjadi 54 kecelakaan.

Sedangkan kendaraan roda empat, sejauh ini tercatat telah berkontribusi sebanyak 213 kasus dalam kecelakaan jalan. Sementara minibus 899 kasus, bus 132 kasus, truk termasuk pikap 355 kasus.

Tercatat, total kerugian materil atas semua insiden kecelakaan laka lantas itu mencapai Rp 12.862.050.000.

Bangun Trotoar

Dengan segudang manfaat berjalan kai dan bersepeda itu maka adalah cerdas bila kita memberikan dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun trotoar.

Data memperlihatkan Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan trotoar sepanjang 67 kilometer tahun 2019. Pada 2020, Pemprov DKI berencana menambah sekitar 100 kilometer.

“Nah sekarang kita bangun jalan untuk kaki, supaya warga lebih banyak berjalan kaki. Dan kita perhatikan semua kota modern dan cosmopolite seperti Jakarta dengan kegiatan interaksi yang amat intensif, selalu punya fasilitas pejalan kaki yang baik. Itu yang kita dorong ke sana,” tutur Gubernur Anies Baswedan.

Jalur Sepeda

Selain membantu trotoar untuk pejalan kaki, Pemprov SKI Jakarta juga gencar membangun jalur sepeda. Sejauh ini, pemprov membangun tujuh rute jalur khusus sepeda tahap pertama. Tujuh rute itu ialah Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Proklamasi, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan MH Thamrin

Pada fase kedua jalur sepeda sedianya akan dibangun di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat hingga Jalan Fatmawati di Jakarta Selatan. Kemudian untuk fase ketiga nantinya akan berlokasi di kawasan Jakarta Barat hingga Jakarta Timur. Total DKI Jakarta akan punya 63 km jalur khusus sepeda.

(agus w).

loading...