Angkasa Pura 2

Manfaatkan Peluang, Batam Aero Teknik Kerja Sama dengan 5 Mitra Strategis

Bandara KokpitKamis, 14 November 2019
image002-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Industri penerbangan di Indonesia menunjukkan perkembangan pertumbuhan sejalan dinamika bisnis. Salah satunya pusat perawatan dan perbaikan pesawat  (maintenance, repair, overhaul – MRO) yang masih memiliki peluang besar dari pangsa pasar yang ada.

Dalam menjawab tantangan dan peluang era sekarang serta masa mendatang, berbagai inisiasi perlu dilakukan guna mendukung sektor aviasi secara keseluruhan.

Untuknya, Batam Aero Technic (BAT) yang fokus di bidang perawatan dan perbaikan pesawat udara member of Lion Air Group melaksanakan kesepakatan pengembangan kerjasama (partnership agreement) dengan lima mitra strategis.

Mereka adalah perusahaan terkemuka antara lain Airbus, AirFi Indonesia, Honeywell, Pratt & Whitney Canada dan Victor Enterprises | Authorised ExxonMobil.

Penandatanganan dilakukan oleh President Director of Batam Aero Technic (BAT), I Nyoman Rai Pering Santaya bersama Head of Services Sales Airbus Asia Pacific, Cecile Houdet; President Director PT Dua Surya Dinamika (Airfi Indonesia), Satish I. Mahtani; President Director PT Honeywell Indonesia, Roy Kosasih; General Manager Pratt & Whitney Canada, Tham Eng Kit dan Chief Executive Officer (CEO) Victor Enterprise, ExxonMobil, Alan Lim.

Pencapaian ini dilaksanakan di Jakarta bertepatan rangkaian acara Aviation MRO Indonesia (AMROI) ke-7 atau konferensi perawatan pesawat.

“BAT dengan bangga melakukan pengembangan usaha bersama mitra strategis yang bertujuan menciptakan sinergitas guna meningkatkan kemampuan serta mendukung industri aviasi. Dengan demikian diharapkan mampu membentuk iklim usaha yang komprehensif,” jelas Nyoman di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Kata dia, BAT menyambut baik bentuk kerja sama pada kesempatan ini, dengan optimis kerjasama yang terjalin akan menambah diversifikasi BAT, sehingga memperluas dan memperkuat kemampuan BAT dalam penyerapan pasar MRO di Indonesia dan luar negeri.

“BAT terus berusaha mempertahankan kolaborasi yang berkesinambungan dan menilai dari partnership agreement dapat menambah kepercayaan dan memberikan peluang untuk mengukuhkan kiprah BAT secara internasional terutama kemampuan perawatan komponen dan pesawat udara,” ujarnya.

Spesifikasi kerja sama Airbus berkaitan layanan jam penerbangan (flight hour service) Airbus 330-900NEO untuk mendukung keandalan (reliability)  operasional Airbus 330 yang dioperasikan Lion Air (kode penerbangan JT) dan Thai Lion Air (kode penerbangan SL) menuju world class airline.

Hiingga saat ini, Lion Air Group mengoperasikan Airbus 330-900NEO terdiri dua di Indonesia dan satu di Thailand. Airbus juga mendukung pengembangan kemampuan sumber daya manusia meliputi skill and managerial BAT/Lion Group serta mengaplikasikan digital system untuk proactive system management.

Sistem tersebut merupakan proses terstruktur untuk melayani Lion Air Group yang membutuhkan konsultasi manajemen serta program pesawat udara sekaligus identifikasi lebih awal serta tindakan cepat sebelum komponen mengalami gangguan (detect and action before part failure).

Partnership dengan PT Dua Surya Dinamika (AirFi indonesia), lebih mengedepankan kinerja BAT dalam mempersiapkan pemasangan wifi, merupakan sistem intranet sederhana, dimana gadget wisatawan atau pebisnis (travelers)  tersambung hiburan penerbangan (inflight entertainment/ IFE) bisa menikmati konten hiburan yang sudah disediakan. Dalam jangka waktu berikutnya, IFE system target pada 2020 mampu menjadi saluran bertransaksi dalam jaringan (daring) dari udara, seperti pemesanan hotel, sewa mobil, transaksi online lainnya.

Kerja sama Honeywell, konsentrasi pada dalam menjaga keandalan komponen  (reliability component) dan dukungan teknis dalam layanan operasional (technical support) untuk peningkatan skill and managerial sdm sumber daya manusia. Selain itu, menerapkan mengaplikasikan sistem keandalan komponen pesawat udara (component realibility system) dengan mekanisme pemantauan kinerja (performance monitoring) dan langkah memberikan tindakan lebih awal (follow up preventive action).

Untuk Pratt and Witney Canada, antara lain mengimplementasikan informasi dan teknologi (transfer technology) guna mendukung pembangunan perawatan mesin dan komponen pesawat (engine shop) di Batam. Segmen ini dinilai potensial untuk digarap, dengan demikian memberikan nilai tambah efisiensi terhadap perawatan mesin serta meningkatkan pengembangan kemampuan sumber daya manusia agar semakin unggul.

Sedangkan Victor Enterprises | Authorised ExxonMobil, mencakup kerjasama penyediaan oli pelumas (supply oil) dan pengembangan kemampuan (transfer knowledge) untuk analisis kebutuhan dan optimalisasi kinerja mesin pesawat udara (oil analysis to optimize engine performance).

Victor Enterprises menawarkan beragam pelumas termasuk penerbangan. Sebagai distributor resmi ExxonMobil, Victor Enterprises adalah pemasok regional bahan bakar, pelumas dan bahan kimia khusus.

“Melalui kerja sama ini akan berdampak positif bagi berbagai pihak dan meningkatkan serapan pasar perawatan pesawat udara. dengan harapan dapat mengembangkan industri aviasi nasional dan memasarkan jasa hingga ke luar negeri. BAT juga memiliki komitmen dalam menuju industri aviasi Indonesia maju,” imbuh Nyoman. (omy)

loading...