Angkasa Pura 2

Menteri Edhy Tebar Benih Ikan Nemo

Kelautan & PerikananKamis, 14 November 2019
10142019155948

BATAM (BeritaTrans.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melakukan restocking (tebar benih) 500 Ikan Nemo (Clown Fish) dan 200 Banggai Cardinal Fish (BCF) serta panen ikan bawal bintang.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan diskusi bersama stakeholder perikanan budidaya di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam kunjungan kerjanya di Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meninjau Keramba Jaring Apung (KJA), hatchery (pembenihan) kakap putih, dan aktivitas unit pengolahan ikan (UPI) PT HLS.

Didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Menteri Edhy berdiskusi dengan sekitar 50-an pelaku usaha perikanan budidaya. Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan bahwa membangun komunikasi dengan stakeholder perikanan dan membangun sektor perikanan budidaya merupakan amanat Presiden Jokowi.

“Untuk itu, hari ini kita berdiskusi, membangun komunikasi dengan pembudidaya ikan, dengan pelaku usaha sehingga tidak ada lagi yang saling mengeluh dan saling menyalahkan,” ucapnya mengawali diskusi, Rabu (13/11/2019).

Ia menambahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka jalur komunikasi yang seluas-luasnya dengan pelaku usaha untuk berdiskusi dan saling memberi masukan. Sejauh ini, Menteri Edhy mengaku telah menerima masukan terkait aturan ukuran minimal kepiting yang dapat diperjualbelikan terutama yang dihasilkan dari kegiatan budidaya.

“Akan sulit kepiting budidaya untuk mengikuti batas minimal 200 gram. Di wilayah Indonesia, beberapa kepiting besarnya hanya 50 gram sudah dimakan, kepiting soka misalnya. Kalau harus mengikuti aturan ini, berarti ada efek sektor lain yang mungkin mati,” jelasnya.

Menurut Menteri Edhy, saat ini KKP tengah berfokus menciptakan kesejahteraan bagi stakeholdernya baik pembudidaya ikan, nelayan, petambak garam, pemasar dan pengolah hasil perikanan, dan sebagainya.

Menteri Edhy menjelaskan, sektor perikanan budidaya memiliki potensi nilai ekonomi yang luar biasa besar dalam mendongkrak perekonomian nasional dan peningkatan struktur ekonomi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin, kalau bapak ibu pulang ke rumah, kita tidak perlu lagi pusing memikirkan mau makan apa, anak sekolah bagaimana. Kita ingin ada kemudahan dalam usaha,” ucapnya.

Tak lupa Menteri Edhy menyampaikan apresiasi atas kegiatan budidaya yang telah dilakukan masyarakat Batam.

“Saya sangat bahagia dan bangga tadi menyaksikan pembenihan kakap putih dan panen bawal bintang. Ikan yang tadinya ikan liar bisa dibudidayakan. Dan itu adalah ikan yang langka di pasaran,” katanya.

Namun, agar kegiatan budidaya ini dapat berlangsung lama, Menteri Edhy berpesan kepada para pembudidaya untuk mewaspadai kemungkinan masuknya penyakit.

Kegiatan budidaya ini menurutnya tak hanya bermanfaat bagi perekonomian, tetapi juga menyediakan pangan sehat bagi masyarakat. Perikanan budidaya diperkirakan akan menjadi tumpuan utama dalam penguatan ketahanan pangan nasional, utamanya dalam penyediaan sumber protein bagi masyarakat. Terlebih saat ini, visi Kabinet Indonesia Maju yakni menyiapkan SDM yang unggul, yang sudah barang tentu membutuhkan asupan gizi yang baik. (fahmi).