Angkasa Pura 2

Petugas Help Desk BKN Tampung Keluh Kesah Pendaftar CPNS 2019

Another News Galeri SDMKamis, 14 November 2019
Para pendaftar CPNS 2019 tengah berkonsultasi dan meminta saran ke petugas di Help Desk BKN. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pendaftar CPNS 2019, Eno Wulandari (23) menempuh perjalanan dari Cinere, Depok, Jawa Barat. Dia menumpang KRL Commuter Line dilanjut transportasi umum menuju kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Cililitan, Jakarta Timur untuk menyampaikan keluh-kesah terkait pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau Aparat Sipil Negara (ASN).

Setelah sampai di lobby BKN, mengisi formulir keluhan, dia bergegas menuju kursi Help Desk. Sekitar pukul 09:00 WIB, bagian pelayanan keluhan dan pertanyaan seputar pendaftaran CPNS 2019 itu masih sepi. Hanya ada seorang lain yang bersama Eno.

Eno duduk di salah satu dari tiga kursi yang tersedia. Sementara petugas yang ada di situ lebih dari tiga orang.

Saat mengutarakan masalahnya, ia sering berganti posisi duduk, posisi badannya pun berubah-ubah. Beberapa kali ia tampak menggelengkan kepala, keningnya berkerut tapi sesekali juga mukanya masam.

“Saya takut, nanti kalau lanjut tapi pas di tengah bermasalah gimana? Takutnya beda?” kata dia kepada salah satu petugas Help Desk di kantor BKN, Jakarta Timur, Kamis (14/11).

Saat itu ia berkonsultasi soal tahun lahirnya yang berbeda antara di KTP fisik dengan di data yang diinput ke informasi SSCN. Ia takut, perbedaan ini akan bermasalah kelak di tengah proses seleksi.

“Kemarin pas daftar kan masukin 1996, terus ‘maaf tanggal lahir kamu tidak ditemukan’. Data tidak ditemukan. Pas ada help desk itu masukin email, munculnya yang 1997. Terus aku masukin yang 1997, terus registrasi [dan berhasil]. Tapi, nanti takut. Kan beda [tahun lahir],” tutur Eno.

Perkara dia tampak agak rumit. Eno melakukan pembaruan perekaman e-KTP di daerahnya. Kartu identitas lama dia salah tahun lahir, yang harusnya 1996 ditulis 1997. Setelah perbaikan, seluruh data sudah mengikuti 1996 kendati Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih yang lama.

“NIK kan tidak ganti, karena kan NIK itu berdasarkan tahun lahir,” kata dia. Gawatnya menurut informasi yang dia dapat, data pembaruan yang ia lakukan di daerah asalnya itu rupanya tak otomatis mengubah informasi di Dukcapil Pusat.

“Jadi SSCN-nya masih mengambil data lama,” kata mahasiswa lulusan sarjana perikanan tersebut.

Petugas BKN menyarankan agar Eno tetap melanjutkan proses seleksi. Sebab toh nantinya akan ada verifikasi ulang data di masing-masing instansi.

“Tapi masih agak agak, ini, ya, takutnya kan nanti pas dibaca di sistemnya beda. Entar beda orang segala macam,” lanjutnya.

Eno sendiri mendaftar untuk formasi di institusi bidang perikanan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Senin malam saat laman pendaftaran CPNS 2019 resmi dibuka Eno langsung mencoba, tapi gagal. Dia lantas mencoba subuh esok harinya. Maklum, sejak lama ia telah mendambakan bekerja di instansi pemerintahan.

“Sebelum kuliah juga sudah mengincar CPNS. Karena di daerah saya agak kurang yang di instansi perikanannya, padahal peluangnya besar. Ada 10 S1 Perikanan yang dibutuhkan,” kata lulusan Universitas Sriwijaya tersebut.

Namun antusiasme itu tak sebanding dengan proses yang telah dan bakal ia lalui. Awal melakukan registrasi saja sudah tak mulus ia jalani. Eno harus bolak-balik menelepon pusat panggilan (call center) untuk pengisian formulir. Belum lagi laman SCCN yang lemot saat diakses.

“Lelet banget. Lalu saya kan karena ada keluhan, sebelum ke sini [BKN] kan menghubungi help desk [call center] dulu. Karena berulang-ulang. Jadi muter-muter mulu, balik lagi, balik lagi [ke laman awal],” imbuh perempuan yang bekerja di perusahaan swasta tersebut.

Setelah dari BKN, ia berpikir untuk menyambangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) seraya berdoa, kekeliruan tersebut tak berakibat fatal.

“Mau ke Dukcapil dulu kayaknya. Kalau misalnya tetap nggak bisa, ya sudah lah coba ikutin saja dulu. Semoga nggak ngaruh-ngaruh amat,” pungkas dia. (ds/sumber CNN)