Angkasa Pura 2

Kawasan Industri Fase II Pelabuhan Kuala Tanjung Rampung Dibangun Pertengahan Tahun 2020

DermagaJumat, 15 November 2019
IMG_20191115_105234

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kawasan industri fase II Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara ditargetkan rampung pertengahan tahun 2020.

“Untuk Fase II ini, kita mengoptimalkan untuk membangun kawasan industri di atas lahan 400 hektare, paling lambat pertengahan tahun 2020 selesai,” jelas Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo I Ihsanudin Usman usai penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Pelindo I, Port of Rotterdam Authority dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co, Ltd. di Jakarta, Kamis (14/11/2019)

Dia menyebutkan, pihaknya juga akan membentuk usaha patungan (joint venture) untuk pengelolaan kawasan industri di Pelabuhan Kuala Tanjung dengan pihak Port of Rotterdam dan Zhejiang.

Otoritas pelabuhan dari Belanda dan China itu nantinya juga akan masuk sebagai investor juga. Namun juga melibatkan BUMN sesuai kesepakatan.

Dengan adanya kerja sama dengan operator pelabuhan dunia itu, Pelindo I berharap bisa menarik pelayaran langsung (direct call) ke negara-negara China dan Eropa.

“Keduanya juga akan mendapatkan porsi saham yang cukup, bukan hanya sekadar beli,” katanya.

Ihsanuddin menyebutkan, setelah proyek Pelabuhan Kuala Tanjung rampung hingga Fase 4, maka akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 90.000 tenaga kerja dengan nilai ekonomi sekitar 30 miliar dolar AS.

Hal itu lantaran Pelabuhan Kuala Tanjung sangat berpotensi karena disokong oleh industri minyak sawit mentah (CPO), batu bara, dan karet yang cukup besar di Sumatera.

Selain itu, Pelabuhan Kuala Tanjung juga berada di garis selat yang paling sibuk di dunia, yaitu Selat Malaka.

“Kita punya ‘backbone’-nya Sumatera dengan CPO,” ungkap dia.

Pelabuhan Kuala Tanjung juga memiliki keistimewaan, bisa disandari kapal induk atau “mother vessel” karena kedalaman di dermaga itu sudah 17 meter.

“Memang kita masih domestik, dan terus bertambah 10 persen, dan kita juga tidak akan mematikan Pelabuhan Belawan karena masing-masing punya ‘hinterland’-nya sendiri,” ujarnya.

Saat ini Pelabuhan Kuala Tanjung sudah beroperasi untuk fase di mana salah satu operatornya adalah PT Mitra Multi Terminal, anak usaha Pelindo I, PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Direktur Utama PT PMT Robert Sinaga menambahkan, sejak pengoperasian, sudah melayani lebih dari 80 kapal dengan kapasitas 60.000 TEUs dan 50.000 untuk ekspor CPO, sementara peti kemas untuk semen, dan bahan makanan.

“Kami optimiatis meningkat terus dan tahun depan pendapatan bisa sampai Rp50 miliar,” tutur Robert. (omy)

loading...