Angkasa Pura 2

Solar Langka di Jawa Timur, Antrean Panjang di Sejumlah SPBU

Energi KoridorJumat, 15 November 2019
images.jpeg-48

Bekasi (BeritaTrans.com) – Kelangkaan Solar terjadi beberapa wilayah di Jawa Timur. Akibatnya, banyak antrean di sejumlah SPBU.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji membenarkan hal tersebut. Rustam mengatakan, kelangkaan tersebut dipicu kenaikan permintaan sehingga melebihi kuota yang ditetapkan.

Berdasarkan data yang dihimpun Pertamina, alokasi total 2019 sebesar 2.092.000 Kilo Liter. Alokasi sampai dengan bulan Oktober 2019 mencapai 1.742.400 Kilo Liter. Sementara, realisasi penyaluran sampai dengan Oktober mencapai 1.917.800 kilo liter. Penyaluran tersebut kelebihan 175.400 kilo liter.

“Pertamina tidak melakukan pengurangan volume BBM. Namun, berdasarkan regulasi saat ini, Premium dan Solar, merupakan produk penugasan, sehingga penyalurannya harus sesuai alokasinya yang ditetapkan pemerintah,” terang Rustam saat dihubungi kumparan, Jumat (15/11).

“Tingginya konsumsi BBM di Jawa Timur, membuat penyaluran BBM sudah melebihi kuota total tahun 2019. Namun Pertamina tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tetap mengacu pada ketentuan pemerintah,” jelasnya.

Rustam menilai, kondisi saat ini ditenggarai sebagai akibat tingginya permintaan, terutama dari konsumen industri jelang akhir tahun dengan agenda besar, seperti Natal dan Tahun Baru.

“Namun demikian, Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu,” terangnya.

“Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, BBM tertentu termasuk Solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi industri rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum, termasuk juga kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin atau CC yang kecil?” imbuhnya.

Senada, Kepala dinas ESDM Jatim, Setiajit mengatakan, kelangkaan BBM jenis solar tersebut diawali dengan surat edaran BPJ Migas nomor 3865.E/Ka BPH /2019 tetang pengendalian kuota jenis bahan bakar minyak tertentu tahun 2019. Namun, telah dicabut diganti dengan instruksi kepada Pertamina untuk tetap mengendalikan jenis bahan bakar tertentu.

Pengendalian kuota BBM tertentu berjalan sejak tanggal 1 November hingga 13 November 2019 dengan mengurangi kuota rata-rata harian sebesar 10 persen.
“Terjadi kelangkaan solar dan antrean panjang di SPBU di beberapa kota,” terangnya.

Selain Solar, Premium juga mengalami kelebihan kuota. Alokasi total 2019 sebesar 1.444.300 Kilo Liter. Alokasi sampai dengan bulan Oktober 2019 sebanyak 1.202.900 kilo liter. Namun, realisasi penyaluran sampai bulan Oktober 2019 mencapai 1.455.100 Kilo Liter.

Setiajit menyebut, solusinya sejak tanggal 14 November 2019 Pertamina mengembalikan lagi kuota rata-rata harian seperti semula. Kendati demikian, solusi tersebut bakal beresiko pada beban subsidi yang ditanggung.
“Solusi yang diambil menimbulkan resiko terhadap beban subsidi BBM tertentu,” pungkasnya. (Lia/sumber:kumparan)

loading...