Angkasa Pura 2

Asosiasi Pilot Southwest Airlines Tuntut Boeing Bayar Ganti Rugi 100 Juta Dolar AS

Kokpit SDMSenin, 18 November 2019
Southwest-Airlines-grounds-737-Max-flights-through-Labor-Day

DALLAS (BeritaTrans.com) – Serikat pekerja, yang mewakili pilot untuk Southwest Airlines, menuntut Boeing ganti rugi 100 juta dolar AS akibat Boeing 737 Max dilarang beroperasi.

Mereka menuduh pabrikan pesawat itu itu bergegas membawa 737 Max ke pasar dan salah mengartikannya sebagai aman.

Boeing telah menghadapi kritik tajam dari staf maskapai penerbangan AS selama grounding, dan awal pekan ini mendapat kecaman tajam dari Jon Weaks, kepala Asosiasi Pilot Southwest Airlines.

Southwest Airlines mengoperasikan armada terbesar dari 737 pesawat Max dari maskapai mana pun. Maskapai ini memiliki 34 pesawat jenis tersebut.

_106586269_gettyimages-1133312631

Dalam surat tertanggal Rabu, Weaks mengatakan kepada rekannya bahwa ia khawatir tentang apa yang ia katakan adalah Boeing “semakin mempublikasikan” konsekuensi negatif dari pesawat yang tersisa.

Dia menuduh eksekutif Boeing menggunakan informasi tersebut untuk menekan regulator dan maskapai penerbangan untuk mendapatkan pesawat kembali ke langit sesegera mungkin.

Weaks kemudian menuduh Boeing “kesombongan, ketidaktahuan, dan keserakahan” dalam pendekatannya ke 737 Max.

Setop Operasikan 737 Max hingga Maret 2020

Sebelumnya diberitakan Southwest Airlines dan American Airlines Group Inc tidak akan mengoperasikan kembali pesawat Boeing 737 MAX sampai awal Maret 2020.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (9/11/2019), Southwest dan American, yang merupakan dua maskapai besar di Amerika Serikat, telah mengkaji kembali target pertumbuhan mereka dan bersama-sama membatalkan lebih dari 300 penerbangan dalam sehari. Hal ini menekan laba seiring dengan pengurangan penerbangan yang menggunakan Boeing 737 MAX.

Southwest telah mengandalkan strategi pertumbuhan perusahaan lewat pesawat lorong tunggal terbaru milik Boeing tersebut. Perusahaan ini sebelumnya telah membatalkan seluruh penerbangan dengan 737 MAX sampai 8 Februari 2020 dan saat ini diperkirakan baru mulai beroperasi lagi pada 6 Maret 2020, kendati kemungkinan bisa mundur kembali.

Boeing saat ini sedang menghadapi tekanan untuk mendapatkan izin menerbangkan kembali 737 MAX sebelum akhir tahun ini, seperti yang telah ditargetkan.

southwest737max8_041319getty

Sementara itu, American Airlines menyatakan memiliki rencana untuk kembali mengoperasikan 737 MAX pada layanan komersial 5 Maret tahun depan. Maskapai ini berencana untuk mengadakan tes terbang bagi anggota tim dan perwakilan undangan sebelum tanggal tersebut, setelah pesawat jenis 737 MAX tersertifikasi.

Maskapai AS lainnya, United Airlines, meniadakan penerbangan dengan 737 MAX sampai Januari tahun depan, tetapi hingga kini belum menyampaikan adanya perpanjangan waktu.

Reuters sebelumnya melaporkan pada minggu ini bahwa regulator perbangan AS dan Uni Eropa akan kembali ke fasilitas produksi Rockwell Collins di Iowa untuk melengkapi audit dokumen sistem perangkat lunak milik Boeing.

Hal tersebut diperlukan setelah ditemukannya kekurangan kelengkapan dokumen. Boeing mengakui mereka harus mengajukan dokumen yang telah direvisi. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah kapan Boeing bisa melengkapi sertifikasi tes terbang.

Sebagai informasi, pesawat 737 MAX yang merupakan produk Boeing terlaris telah dikandangkan sejak Maret 2019 setelah mengalami kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia. Tragedi tersebut menewaskan 346 orang.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa ada ada kemungkinan Boeing bakal mendapatkan persetujuan untuk kembali menerbangkan 737 MAX sebelum akhir Desember tahun ini.

Dua hari yang lalu, CEO American Airlines Doug Parker menyampaikan jika dia berharap bahwa pesawat 737 MAX segera mendapatkan sertifikasi dalam waktu dekat.

(awe/sumber: businessinsider.sg).

loading...