Angkasa Pura 2

Mulai 1 Desember Grafik Perjalanan KA Alami Pembaruan

EmplasemenSenin, 18 November 2019
IMG-20191118-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mulai 1 Desember 2019 Grafik Perjalanan kereta api (Gapeka) akan mengalami pembaruan. Terkait hal tersebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) minta seluruh calon pengguna jasa lebih memonitor.

“Kepada seluruh calon penumpang KA pada masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2019/2020 untuk memastikan kembali jadwal perjalanan KA yang akan dipesan,” jelas Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI (Persero).

‚ÄúPenetapan Gapeka 2019 ini untuk menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI,” ujarnya.

Edi menegaskan, Gapeka 2019 ini dibuat juga untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan akan layanan kereta api (KA) yang dapat diandalkan.

Keunggulan Gapeka 2019 dibandingkan dengan Gapeka 2017 ialah melayani lebih banyak KA yaitu 382 KA atau naik 15%, penambahan kecepatan prasarana, penambahan kapasitas lintas melalui jalur ganda.

Gaoeka terbaru itu juga memfasilitasi hadirnya KA-KA baru seperti KA Anjasmoro, relasi Jombang – Pasar Senen pp, KA Dharmawangsa, relasi Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen pp, dan KA Sancaka Utara, relasi Surabaya Pasar Turi – Kutoarjo pp.

“Penggunaan Gapeka 2019 ini juga akan berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan KA perubahan waktu tempuh, perubahan relasi KA dan perubahan nama beberapa stasiun,” tutur dia.

Perubahan jadwal KA contohnya adalaj KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Surabaya Pasarturi, yang semula berangkat pada pukul 09.30 WIB, mulai 1 Desember 2019 akan berangkat pada 08.15 WIB atau lebih awal 75 menit, dan lainnya.

Sedangkan Perubahan waktu tempuh KA akan terjadi misalnya pada KA Pasundan relasi Bandung Kiaracondong ke Surabaya Gubeng mulai 1 Desember 2019 akan mengalami pengurangan waktu tempuh sebesar 82 menit dari sebelumnya 16 jam 7 menit menjadi 14 jam 45 menit, dan lainnya.

“Selanjutnya adalah ada perpanjangan relasi KA seperti KA Argo Wilis dan Turangga sebelumnya Surabaya Gubeng – Bandung pp kini menjadi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir pp, dan lainnya,” ungkap Edi.

Sedangkan perubahan nama Stasiun terjadi pada Stasiun Banyuwangi Baru menjadi Stasiun Ketapang (KTG), Stasiun Karangasem menjadi Stasiun Banyuwangi Kota (BWI), Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan (MAG), dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi (NGW).

“KAI selalu berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Melalui Gapeka 2019, kami berharap berdampak pada semakin banyak lagi masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api,” pungkas Edi.

Seperti diketahui Gapeka merupakan pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan KA. (omy)