Angkasa Pura 2

Sudah 2,4 Juta Pelamar CPNS, Perhatikan Hal Khusus Tekait Pendaftaran

Another News Galeri SDMSenin, 18 November 2019
Sejumlah warga antre saat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Jakarta Selatan. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat bahwa sudah ada sekitar 2,4 juta pelamar untuk yang mengikuti seleksi CPNS melalui portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN). Meski demikian, otoritas kepegawaian melaporkan bahwa baru 10,6% dari jumlah yang mendaftar telah menuntaskan langkah pendaftaran hingga tahap submit, seperti dikutip keterangan resmi BKN, Senin (18/11/2019).

“Kondisi itu diperkirakan terjadi karena banyak pelamar yang masih wait and see mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran,” ujar Plt. Kepala Biro Humas BKN Paryono.

Hingga saat ini, portal SSCN telah terunggah informasi lowongan CPNS dari 507 instansi pemerintah dari total 524 instansi yang membuka rekrutmen.

BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran.

“Hal ini perlu dilakukan agar pelamar tidak terjebak dalam situasi hectic yang menyebabkan pelamar sulit mengakses portal SSCN karena saling menunda-nunda penyelesaian tahapan pelamaran” ujar Paryono.

Selain itu, BKN juga mengimbau pelamar untuk hanya menginput data dan berkas yang sebenarnya dan disyaratkan instansi dalam field lamaran.

Dikhawatirkan jika pelamar “main-main” dalam pengunggahan dokumen, pelamar kemudian lupa untuk mengganti dengan data yang sesungguhnya, sehingga data palsu atau tidak benar yang justru tersimpan dalam database SSCN ataupun yang tercetak.

“Data Center SSCN merilis informasi mulai maraknya pemakaian NIP dan KK untuk pendaftar abal-abal alias tidak niat mendaftar terbukti dengan banyaknya unggahan foto dan dokumen yang tidak dipersyaratkan instansi,” ujarnya.

Pengunggahan foto atau dokumen yang tidak disyaratkan tersebut dapat menjadi pintu masuk instansi menyatakan bahwa pelamar yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (TMS).

BKN juga mengingatkan pelamar, sambung Paryono, agar berhati-hati menyebarluaskan NIK dan KK di internet.

“Tim Kedeputian Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN mendapati banyak sekali informasi NIK dan KK pelamar CPNS disebarluaskan di laman media sosial,” pungkas Paryono. (ds/sumber BKN/CNBC)

loading...