Angkasa Pura 2

BI Optimis Pelabuhan Kijing Bisa Dongkrak Nilai Ekspor

DermagaSelasa, 19 November 2019
uqr3bewplw5d0t5g0p08

Bekasi (BeritaTrans.com) – Kepala Fungsi Asesmen Ekonomi Surveilans BI Kalbar, Miftahul Huda, mengatakan belum dapat memastikan pandangan (outlook) perkembangan perekonomian di Kalimantan Barat di tahun 2020. Namun ia optimis, akan mendongkrak perekonomian di Kalbar dengan meningkatkan ekspor.

“Untuk outlook di 2020, dari kami sendiri untuk target nasional belum ada. Untuk memastikan ke depan, paling tidak ada tantangan-tantangan, terutama perang dagang antara Cina dan Amerika. Jika belum tersolusikan, itu akan mengganggu pertumbuhan ekonomi, terutama Kalbar, karena bagaimanapun ekspor kita terutama dari sisi alumina, CPO, bauksit, juga tergantung dengan harga komoditas dunia,” bebernya, saat menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Jurnalis Bank Indonesia, Minggu malam (17/11)kemarin.

Ia optimistis, Kalbar dapat mendongkrak perkembangan perekonomian, karena Pelabuhan Internasional Kijing, yang sedang dalam proses pembangunan akan segera rampung, dan ini tentu akan mendorong nilai ekspor.

Selain pembangunan terminal Kijing, nantinya juga akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus di dekat area tersebut.

“Yang utama itu, bagaimana Kalbar ini bisa mendongkrak nilai ekspornya. Misalkan pelabuhan Kijing itu on track dari time table penyelesaiannya, kami yakin ekspor akan semakin meningkat,” jelasnya.

Jika pertumbuhan perekonomian tak tepat dengan target, ia berharap, pertumbuhan ekonomi Kalbar tetap di angka yang stagnan. “Kita paling tidak stagnan ya. Karena banyak faktor eksternal yang melingkupinya, semacam pelabuhan Kijing yang belum jadi, ya kita belum berani. Kita berharap, itu dapat dikawal. Terutama pelabuhan Kijing yang punya potensi luar biasa,” tukasnya. (Lia/sumber:kumparan, foto:dok:Hipontianak/kumparan)

loading...