Angkasa Pura 2

Pelabuhan Penyeberangan Balige Terus Dikerjakan

DermagaSelasa, 19 November 2019
images (2)

TOBA SAMOSIR (BeritaTrans.com) – Pembangunan pelabuhan penyeberangan di Balige terus dikerjakan. Pelabuhan akan menjadi tempat sandaran salah satu kapal penyeberangan yang dibuat di galangan kapal di Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

“Hal ini dilakukan dalam upaya percepatan sarana pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Tobasa. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Laut Wilayah II, Provinsi Sumatra Utara sedang melakukan pembangunan Pelabuhan Balige, Danau Toba tahap pertama,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Tobasa, Pargaulan Sianipar saat ditemui di ruangan kerjanya, kemarin..

Pelabuhan yang dibangun Kemenhub itu sesuai Nomor Kontrak : PL.I/BPTD-II/VIII/SP/BALIGE Tanggal 2 Agustus 2019, dengan nilai sebesar Rp 6.757.874.612.

“Ini guna peningkatan sarana pariwisata. Juga bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan sektor pariwisata,” tutur Pargaulan.

Dilanjutkan Pargaulan, hal itu pernah disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, saat peresmian Toba Caldera Resort di Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa. Pembangunan 12 Dermaga dilakukan di sekitaran Danau Toba, salah satunya Pelabuhan Balige.

Diharapkan, dengan pelabuhan tersebut, wisatawan yang berkunjung disekitaran Danau Toba, yang akan melakukan penyeberangan dapat terlayani dengan maksimal.

“Sehingga setiap wisatawan yang akan melakukan penyeberangan tidak terfokus pada 1 titik pelabuhan. Seperti saat ini pelabuhan yang layak baru Pelabuhan Ajibata dan Ambarita. Selain berdampak pemerataan kunjungan wisatawan, nantinya setiap sudut Danau Toba dapat terjangkau dinikmati wisatawan,” papar Pargaulan.

Menurutnya, klasifikasi pelabuhan sudah sesuai dengan standard kelayakan, untuk kenyamanan dalam melakukan penyeberangan. Ini tentunya didukung Kapal Mesin Penyeberangan (KMP) berstandar internasional dan kelengkapan standar pengamanan yang sudah teruji.

“Kita sebagai masyarakat sekitaran Danau Toba, khususnya Tobasa patut berbangga atas perhatian pemerintah pusat. Mari lah kita mendukung percepatan pembangunan pariwisata. Dengan cara pembentukan karakter mental, yang ramah dan santun. Seperti karakter budaya Batak yang diwariskan leluhur kita,” pungkas Pargaulan.

(dien/sumber: lintangnews.com).

loading...