Angkasa Pura 2

Kelar Dibangun Tahun 2021, Bandara Bolaang Mongondow Akan Layani Penerbangan Internasional

BandaraRabu, 20 November 2019
bandara-di-kabupaten-ini-bakal-bertaraf-internasional

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Bandara di Lolak, Bolmong, berpotensi menjadi bandara international, hal ini diungkapkan oleh Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Hal itu dimungkinkan sebab panjang runway terus bertambah,” kata dia.

Sebut dia, panjang runway diperpanjang menjadi 2,8 kilometer pada tahun 2020.

Dengan begitu, bandara tersebut dapat didarati pesawat Air Bus.

Dikatakan Yasti, pembangunan bandara ditargetkan rampung 2021.

“Insya Allah tahun 2021 bandara tersebut bisa didarati pesawat,” kata dia.

Menurut Yasti, pesatnya pembangunan bandara Lolak tak lepas dari peran Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang turut membantu mendatangkan dana dari pusat.

Yasti menyatakan, bandara Lolak akan menunjang pengembangan sektor pariwisata di Sulut.

Plt Kadis Perhubungan Bolmong Zulfadli Binol mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan dokumen sebagai syarat penambahan runway.

“Kami usahakan cepat selesai,” katanya.

Dikatakan Binol, pada 2020, anggaran yang turun untuk pembangunan bandara berjumlah Rp 250 miliar, bersumber dari pagu indikatif senilai 50 M dan SBSN 200 M.

Dengan mengucapkan bismillah, seorang tokoh pemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow menandatangani berita acara penetapan Loloda Mokoagow sebagai nama bandara di Lolak, Bolmong, Senin (18/11/2019) di ruang Asisten 2 Pemkab Bolmong.

Ia nampak begitu antusias.

Pria yang memakai kopiah tersebut mendadak narsis.

Ia minta wartawan mengabadikan momen itu dengan ponsel miliknya.

“Ini momen bersejarah, tak bisa dilewatkan begitu saja,” kata dia.

Budayawan Bolmong Chairun Mokoginta juga minta difoto saat menandatangani berita acara tersebut.

“Ini sejarah,” kata dia.

Penetapan Loloda Mokoagow sebagai nama Bandara Lolak, Senin itu, berlangsung dalam suasana penuh semangat.

Hadir Asisten 1 Pemkab Bolmong Derek Panambunan, Kapolsek Lolak, Danramil, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Budayawan serta Kadis Perhubungan Bolmong Zulfadli Binol.

Sebelum penandatanganan, dibeber mengapa Loloda Mokoagow dipilih sebagai nama bandara Lolak.

Budayawan Bolmong Chairun Mokoginta mengatakan, Loloda Mokoagow adalah raja Bolmong yang pintar, pemberani dan punya semangat tinggi.

“Wilayah kekuasaannya dahulu sangat luas,” kata dia.

Sebut dia, Loloda juga tokoh yang diterima semua unsur di Bolmong.

Sosok Bupati Bolmong Yasti Supredjo Mokoagow, sebut dia, pas jadi ahli waris sebagaimana persyaratan.

“Ibu bermarga Mokoagow dan merupakan kepala daerah,” katanya.

Asisten 1 Pemkab Bolmong Derek Panambunan mengatakan, kiprah Loloda Mokoagow terkenal hingga ke luar daerah.

Ia misalnya pernah berhubungan dengan Hasanudin di Makassar.

“Tepat bila bandara dinamakan Loloda Mokoagow,” katanya.

Kadis Perhubungan Bolmong Zulfadli Binol mengatakan, penetapan tersebut dilaksanakan berdasarkan peraturan menteri 
perhubungan RI PM 39 tahun 2019.

“Ada berbagai langkah yang ditempuh yakni surat persetujuan Gubernur, surat persetujuan DPRD Provinsi dan kabupaten, surat persetujuan Bupati, persetujuan ahli waris dan melampirkan berita acara,” kata dia. [dan/tribunmanado.co.id/foto: tribunmanado]

loading...