Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Pelabuhan Patimban, Tahap I Dioperasikan Juni 2020

DermagaJumat, 29 November 2019
IMG-20191129-WA0082

SUBANG (BeritaTrans.com) – Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Direncanakan pada Juni 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama.

“Progresnya (proyek Pelabuhan Patimban) ini bagus dan kita harapkan tahapan pertama nanti akan kita selesaikan pada Juni 2020,” jelas Presiden Jokowi, Jumat (29/11/2019).

Presiden mengatakan, Pelabuhan Patimban nantinya pada tahun 2027 akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif.

“Kita ingin ini jadi sebuah Hub besar untuk otomotif dan logsitik yang kita ekspor ke Australia, New Zealand dan negara-negara ASEAN, semua berangkat dari Patimban ini. Ini semua dalam rangka memperbaiki daya saing (competitiveness) kita,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan investasi sekitar Rp40 triliun.

Dari kebutuhan tersebut, sebesar Rp23,5 triliun didapatkan dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) yaitu untuk tahap 1 fase 1 Rp14 triliun dan tahap 1 fase 2 sebesar Rp9,5 triliun.

“Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan November 2020 dengan kapasitas kapasitas 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs untuk terminal peti kemas,” ujar Menhub.

Setelah itu pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 – 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.

Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu diatas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan Patimban 654 hektar dengan rincian 300 hektar untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektar akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

“Diharapkan, dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan, dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas,” urai dia.

Secara paralel kata dia, dengan pembangunan terminal, saat ini Kementerian PUPR tengah membagun akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Patimban yang ditargetkan akan selesai pada bulan April 2020 mendatang, sebelum pelaksanaan soft launching Pelabuhan Patimban. (omy)