Angkasa Pura 2

Bukan Lagi Tanjung Priok, Pelabuhan Terbesar Indonesia 2027 di Patimban Subang

Another News DermagaSenin, 2 Desember 2019
Presiden Jokowi meneropong lokasi Pelabuhan Patimban, di Kabupaten Subang. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, disiapkan menjadi pelabuhan terbesar di sisi timur Jakarta, pesaing Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini disiapkan untuk kegiatan ekspor-impor otomotif.

Model semacam ini sudah diterapkan di Thailand dengan kehadiran Pelabuhan Laem Chabang yang jaraknya 80 Km dari Bangkok.

Pada pekan lalu, Presiden Joko Widodo meninjau langsung proyek pembangunan pelabuhan tersebut. Rencananya, pada Juni 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama. Operator pelabuhan ini akan segera dilelang pemerintah.

“Progresnya proyek Pelabuhan Patimban ini bagus dan kita harapkan tahapan pertama nanti akan kita selesaikan pada Juni 2020,” kata Jokowi melalui keterangan resmi, Senin (2/12/2019).

Jokowi mengatakan, Pelabuhan Patimban pada tahun 2027 akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.

“Kita ingin ini jadi sebuah hub atau pelabuhan pengumpul besar untuk otomotif dan logistik yang kita ekspor ke Australia, New Zealand dan negara-negara ASEAN, semua berangkat dari Patimban ini. Ini semua dalam rangka memperbaiki daya saing kita,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menjelaskan, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan investasi sekitar Rp40 triliun untuk tahap 1.

Dari kebutuhan tersebut, sebesar Rp23,5 triliun didapatkan dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) yaitu untuk tahap 1 fase 1 sebesar Rp 14 triliun dan tahap 1 fase 2 sebesar Rp 9,5 triliun.

Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan pada bulan November 2020 dengan kapasitas kapasitas 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs (twenty feet equivalent unit, peti kemas ukuran 20 kaki) untuk terminal peti kemas.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 – 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs.

Adapun tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu diatas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektare dengan rincian 300 hektare untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektare akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan, diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.

Sementara itu, paralel dengan pembangunan terminal, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah membangun akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Patimban yang ditargetkan akan selesai pada bulan April 2020 mendatang, sebelum pelaksanaan soft launching Pelabuhan Patimban. (ds/omy/sumber Biro Pers Sekretariat Presiden/CNBC)

loading...