Angkasa Pura 2

Aktivitas Pelabuhan Manado Belum Ramai

DermagaSelasa, 3 Desember 2019
memasuki-bulan-desember-aktivitas-pelabuhan-ini-belum-ramaitr

Bekasi (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Manado merupakan tempat hilir mudik masyarakat dari Manado ke pulau-pulau kecil di daerah Sulawesi Utara (Sulut) maupun sebaliknya.

Sekira pukul 09.40 Wita, Selasa (03/12/2019) dari luar pelabuhan tersebut masih sepi dengan aktivitas.

Menuju ke tempat agen penjualan Kapal Motor (KM) Barcelona terdengar pembicaraan antara pembeli dan penjual tiket.

“Ke mana Bu?,” tanya penjual.
“Talaud,” singkat Ibu itu.
“Berangkat besok?,” tanya penjual kembali, jawab Ibu tersebut “Yoi,”.

suasana-pelabuhan-manado-selasa-03122019
Suasana Pelabuhan Manado, Selasa (03/12/2019). (TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA)

Penuturan dari agen penjual tiket itu, saat ini sepi belum terlalu ramai penjualan.

Selain itu, KM Barcelona menyiapkan dua kapal untuk Manado ke Kepulauan Talaud.

Barcelona 1 yaitu Manado Tahuna dan Barcelona 2 Manado Talaud.

Harga tiket masih tetap yaitu dari Rp 240.000 sampai Rp 265.000. Tidak ada kenaikan harga tiket berdasarkan perkataan seorang agen penjual tiket KM Barcelona itu.

Untuk penjualan tiket tahun lalu KM Barcelona pada hari H Natal mencapai seribu tiket yang terjual.

Melanjutkan perjalanan ke area pelabuhan. Memasuki area parkir hanya beberapa motor kendaraan roda dua yang terlihat.

Sesampainya di sana, tribunmanado.co.id menyusuri area luar tempat itu.

Tak terlihat banyak aktivitas, hanya beberapa orang yang hilir mudik sambil membawa barang bawaan mereka.

Begitu juga dengan kegiatan petugas angkut barang yang nyaris nampak tidak melakukan kegiatan angkut.

Masih menunggu barang untuk diangkut.

Selain itu terlihat sepi kendaraan berlalu-lalang di Jalan Lembong tepat sebelah area parkiran pelabuhan itu.

Memasuki pintu masuk ada beberapa orang yang masing-masing sedang memikul sekarung besar barang di pundak mereka.
Tidak ada kenaikan harga tiket berdasarkan perkataan seorang agen penjual tiket KM Barcelona itu.

Untuk penjualan tiket tahun lalu KM Barcelona pada hari H Natal mencapai seribu tiket yang terjual.

Melanjutkan perjalanan ke area pelabuhan.

Memasuki area parkir hanya beberapa motor kendaraan roda dua yang terlihat.

Sesampainya di sana, tribunmanado.co.id menyusuri area luar tempat itu.

Tak terlihat banyak aktivitas, hanya beberapa orang yang hilir mudik sambil membawa barang bawaan mereka.

Begitu juga dengan kegiatan petugas angkut barang yang nyaris nampak tidak melakukan kegiatan angkut.

Masih menunggu barang untuk diangkut.

Selain itu terlihat sepi kendaraan berlalu-lalang di Jalan Lembong tepat sebelah area parkiran pelabuhan itu.

Memasuki pintu masuk ada beberapa orang yang masing-masing sedang memikul sekarung besar barang di pundak mereka.

Berjalan terus sekira 10 meter, menyusuri area ruang tunggu yang nampak luas dan nyaman.

Namun ruang tunggu itu terlihat sepi dan hanya segelintir orang yang sedang duduk.

Banyak tempat duduk kosong menghiasi ruang itu.

Di sekeliling ruang tunggu ada beberapa tempat makan maupun minuman yang buka tetapi juga sedang sepi.

Berdasarkan pengamatan tribunmanado.co.id ruang tunggu itu lumayan besar nan luas sekira 40 x 62 meter persegi.

Berjalan menuju arah kiri menuju ke pinggir pelabuhan, terlihat lima kapal penumpang tertambat di dermaga itu.

Ada Kapal Saint Mary, Turbo Jet dengan kuning cerahnya, KM Venecian, Majestic Kawanua dan Bawangungnusa 1.

Pada siang pukul 12.15 Wita aktivitas di dermaga pelabuhan itu mulai ramai.

Terlihat sibuk dengan bongkar muat barang di sekitar Kapal Saint Mary.

Kapal yang memiliki warna dominan hitam pada lambung kapal.
Ada beberapa kendaraan roda empat terdiri dari pick up, truk box, truk besar yang memindahkan barang ke kapal berwarna hitam putih tersebut.

Petugas angkut juga melakukan pemindahan barang ke Kapal Saint Mary di dermaga.

Beberapa penumpang juga mulai memasuki kapal yang berukuran lumayan besar itu.

Ada yang mengantar barang, mengecek barang muatannya maupun naik ke kapal terus turun lagi menuju ke ruang tunggu.

Berdasarkan penuturan seorang petugas angkut kapal itu berangkat ke Tahuna di Kepulauan Sangihe malam sekira 19.00 Wita.

Sore menjelang aktivitas mulai ramai berbanding terbalik dengan pagi tadi.

Banyak tukang angkut mulai bergerak mengangkut barang ke kapal hitam putih itu.

Namun tetap tidak terlalu ramai, hanya penumpang kapal Saint Mary.

Berdasarkan penjelasan petugas angkut itu biasanya pelabuhan ramai pada seminggu sebelum Natal.

Kapal bisa penuh dengan penumpang.

Wartawan tribunmanado.co.id melakukan perbincangan kepada sebagian besar penumpang, mereka pulang ke kampung halaman untuk persiapan natal.(lia/sumber dan foto:tribunmanado)

loading...