Angkasa Pura 2

Harapan ALFI : Patimban dapat Turunkan Biaya Logistik Nasional Lebih Efisien

DermagaSelasa, 3 Desember 2019
e8db72e8948d53347031448d34c795c8-768x431-800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com)-Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendorong pembangunan Pelabuhan Patimban dengan harapan dapat menjadi ‘trigger’ untuk menurunkan biaya logistik menjadi lebih efektif dan efisien.

Sekum DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan kemarin, jika akses jalan dari berbagai kawasan industri di Jabar sudah tembus ke Pelabuhan Patimban Kabupaten Subang (2027), Patimban akan menjadi pelabuhan alternatif selain Pelabuhan Tanjung Priok dalam menangani kegiatan impor/ekspor dari kawasan timur (Bekasi, Cikarang, Cikampek ………. dstnya…).

Selama ini 69 s/d 70% arus barang impor/ ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari dan ke arah timur (kawasan industri Jabar).

Industri / pengguna jasa kepelabuhanan nantinya diberi pilihan mau melakukan kegiatan bianisnya melalui Pelabuhan Patimban atau Tanjung Priok?

Industri/pengguna jasa tentu akan memilih biaya yang lebih efisien dan pelayanan lebih baik , sehingga tetcipta persaingan sehat yaitu masing masing pelabuhan akan meningkatkan pelayanan dan efisiensi biaya.

Menurut Adil, jika kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok berkurang akibat sebagian arus barang terserap ke Patimban, tentu dampak positif lainnya kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Priok juga menurun.

Adil mengatakan “mind set” kita semua diharapkan tidak sekedar mencari keuntungan tapi ikut membantu agar biaya logistik nasional lebih efisien.

Menurut catatan BeritaTrans. com, sektor logistik Indonesia dalam 5 tahun terakhir masih belum efisien bahkan tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara Asean.

Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun 2018 tidak hanya di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia, bahkan berada di bawah Vietnam.

Pembenahan sektor logistik penting antara lain untuk meningkatkan daya saing produk dan komoditas bahkan
diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
(wilam)

loading...