Angkasa Pura 2

Pesawat Garuda Angkut Motor Besar? Ini Penjelasan Manajemen

Bandara KokpitSelasa, 3 Desember 2019
IMG-20191203-WA0048

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Informasi beredar bahwa Garuda Indonesia telah menyelundupkan motor besar ke bandara Soekarno Hatta bersamaan dengan kedatangan pesawat baru A330-900 Neo, 17 November 2019.

Bersama ini menurut VP Corporate Secretary Gatuda Indonesia Ikhsan Rosan, disampaikan bahwa yang terjadi adalah adanya karyawan yang membawa beberapa spare part dalam penerbangan tersebut. 

Seluruh barang yang dibawa di dalam “pesawat  juga sudah dilaporkan kepada petugas kepabeanan (self declared) termasuk bawaan (bagasi) karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut,” jelas Ikhsan dalam keterangan resminya, Selawa (3/12/2019).

Dari hasil pemeriksaan Bea Cukai, tidak mengindikasikan adanya pelanggaran kepabeanan pada bagian cockpit dan kabin penumpang.

Namun pada bagasi ditemukan beberapa spare part motor besar  yang tidak diproduksi di Indonesia yang dibawa oleh salah satu karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai aturan kepabeanan yang berlaku.

“Spareparts yang dibawa oleh karyawan yang onboard dalam pesawat tersebut juga telah melalui proses kepabeanan di Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis,” tuturnya.

Sebelum melakukan pendaratan di bandara internasional Soekarno Hatta, Garuda juga telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan izin kepada pihak otoritas bandara terkait membawa pesawat tersebut langsung ke Garuda Maintenance Facility (GMF) dan akan melaksanakan segala prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.  

Spare part – spare part tersebut dalam ketibaannya di GMF dilaporkan kepada petugas bea cukai untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karyawan Garuda tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan, seperti harus membayar bea masuk atau prosedur- prosesur lain yang akan dikenakan. Spare part tersebut akan dipergunakan sendiri bukan untuk diperjualbelikan,” ucap dia.

Kata Ikhsan, seperti layaknya peraturan kepabeanan yang berlaku di bandara internasional yang diterapkan kepada penumpang umum, hal demikian juga berlaku di GMF sebagai kawasan berikat.

“Kami menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Bea Cukai, dan sesuai dengan komitmen perusahaan untuk  mematuhi dan mengedepankan tata kelola perusahaan, maka Garuda tunduk dan patuh atas segala ketentuan, peraturan serta prosedur yang ditetapkan oleh Bea Cukai,” pungkasnya. (omy)

loading...