Angkasa Pura 2

Reklamasi Selat Sunda Berpotensi Dangkalkan Alur Pelabuhan Merak

DermagaSelasa, 3 Desember 2019
images.jpeg-111

Jakarta (BeritaTrans.com) – Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Merak akan meminta peninjauan ulang pelaksanaan reklamasi di perairan Selat Sunda. Reklamasi di perairan Selat Sunda tersebut dapat mengancam percepatan sendimentasi dan pendangkalan air laut di sekitar reklamasi.

“Kalau sendimentasi dan pendangkalan ini terjadi maka akan berdampak di sekitarnya, termasuk Pelabuhan Merak,” ujar GM PT ASDP Pelabuhan Merak, Solikin, Senin kemarin.

Solikin akan meminta Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk melaporkan hal ini agar reklamasi di perairan Selat Sunda ditinjau kembali. “Saya akan laporkan hal ini ke BPTD untuk meninjau kembali pelaksanaan reklamasi itu,” ujarnya.

Menurutnya, Pelabuhan Merak adalah transportasi penyeberangan yang sangat vital bagi masyarakat Pulau Sumatera dan Jawa. Sehingga, pendangkalan yang disebabkan reklamasi di perairan Selat Sunda akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan negara.

“Pendangkalan akan mengakibatkan cost yang tinggi bagi negara dan merugikan masyarakat yang menggunakan transportasi penyeberangan di Pelabuhan Merak,” ujar Solikin.

Solikin menegaskan siap pasang badan jika reklamasi di perairan Selat Sunda telah mengancam kepentingan publik yang mengganggu penyeberangan. ” Demi kepentingan publik, saya siap pasang badan jika sudah mengganggu penyeberangan di Pelabuhan Merak,” kata dia.

Saat ini PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) sedang melakukan reklamasi di perairan Selat Sunda. Pengerjaan reklamasi ini dipercayakan oleh PT Seven Gates Indonesia (SGI) dan PT Boskalis. Dalam reklamasi ini, PT Seven Gates Indonesia membutuhkan 3,5 juta kubik pasir laut untuk menambah perluasan pelabuhan PT Lotte Chemical Indonesia seluas 12 hektare. (Lia/sumber:lampost)

loading...