Angkasa Pura 2

Sempat Hilang Kontak, KM Jaya Makmur 33 dengan 6 Kru Ditemukan

DermagaSelasa, 3 Desember 2019
tim-sar-gabungan-melakukan-proses-evakuasi-km-jaya-makmur-33-y

TANJUNGPINANG (BeritaTrans.com) – Kapal Motor (KM) Jaya Makmur 33 yang hilang kontak usai mengalami mati mesin di perairan Mapur ditarik ke Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Dengan perjalanan selama 3,5 jam, kapal berikut awak KM Jaya Makmur 33 tiba di Pelabuhan Kijang sekitar pukul 10 malam usai ditemukan Senin (2/12/2019).

Tim Sar gabungan pun menemukan KM Jaya Makmur 33 tersebut yang hanyut hingga ke Pulau Numbing bagian Tenggara dengan posisi 00 32′ 24.2″ N – 104 56′ 04.3, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 19.20 WIB.

Enam awak KM Jaya Makmur 33 pun, diketahui dalam keadaan selamat.

Berikut nama awak kapal KM Jaya Makmur 33 yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak.

1. Ahmad Topa/Nakhoda
2. Tengku Ersuardy/Kepala Kamar Mesin (KKM)
3. Nursirwan Haryadi/Masinis II
4. Muhamad Harapit/Kelasi
5. Mukhayin/Kelasi
6. Lukman/Kelasi.

“Sudah ditemukan kapal tersebut oleh Tim Sar gabungan dari Polair Bintan, KPLP, dan TNI AL di Pulau Numbing,” kata Humas Basarnas Tanjungpinang, Agung Satria, Selasa (3/12/2019) pagi.

KM Jaya Makmur 33 pun ditarik dan dibawa ke Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan.

KM Jaya Makmur 33 mengalami mati mesin pada posisi Koordinat 00 58′ 12.3″ N – 104 53′ 27.4″ E, +- 3 NM Arah Tenggara Peraiaran Pulau Mapur, Kabupaten Bintan.

Kapal bermuatan material bangunan ini akan melaksanakan pelayaran dari Tanjungpinang menuju Pulau Bawah, Kabupaten Anambas.

“Hanya saja saat di perairan Mapur, Kabupaten Bintan, kapal mengalami mati mesin dan hilang kontak,” ucap Humas Basarnas Tanjungpinang Agung Satria, Senin (02/12/2019) kemarin.

Saling Koordinasi

Kapal Motor (KM) Jaya Makmur 33 yang hilang kontak dalam perjalanan menuju Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri jadi perhatian Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Berlabel.

Melalui pesan WhatsApp, Mexianus menyebutkan kalau kapal yang memuat material bangunan itu hilang kontak dekat dengan perairan Tanjungpinang.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas Tanjungpinang terkait KM Jaya Makmur 33 yang dikabarkan hilang kontak ini.

“Posisi hilang kontaknya dari Jemaja ke LKM121.5 Nautical Mile (NM). Sementara jarak dari Anambas ke LKM 171.5 NM. Kami sudah koordinasi ke Tanjungpinang karena lebih dekat ke lokasi,” ujarnya Minggu (1/12/2019).

Selain dengan Basarnas Tanjungpinang, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kasi Operasi Pos Basarnas Anambas untuk memberikan informasi terbaru mengenai kapal yang hilang kontak tersebut.

“Melihat peta posisi titik awal 152.1 NM dari Jemaja 122.3 NM, sedangkan dari Tanjungpinang 25.7 NM. Jadi perlu kecepatan untuk menuju ke sana karena jaraknya sangat jauh. Bukan tidak mungkin kapal tersebut bersandar di pulau,” jelasnya.

Selain itu ia juga menyebutkan bahwa KM Jaya Makmur 33 mengalami kerusakan pada selang gearbox di dekat Pulau Mapur dan sempat memperbaiki selang baru yang dikirim dari Tanjungpinang oleh pemilik kapal Purnomo.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) seblumnya membenarkan KM Jaya Makmur 33 yang bermuatan material bangunan hilang kontak usai berlayar dari Tanjungpinang hendak menuju Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
Kasi Ops Basarnas Tanjungpinang, Eko Supriyanto mengatakan, pihaknya sudah menyebar informasi kapal yang hilang kontak ini kepada beberapa kapal lain.

Dengan sebaran informasi tersebut, diharapkan bila kapal sedang berlayar, dan menemukan kapal tersebut dapat memberikan pertolongan dan melaporkan segera.

Kapal dengan Nakhoda Ahmad Topa, dan 6 Anak Buah Kapal (Abk) ini pun hilang kontak pada posisi 00 58’ 12.3” N – 104 53’ 27.4” E perairan Mapur, Kabupaten Bintan.

Informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, kapal tersebut berlayar dari Tanjungpinang pada Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 5 dini hari. Setibanya di perairan Mapur, Kabupaten Bintan kapal mengalami rusak mesin.

“Benar, kita masih lakukan pencarian. Kita juga sudah menyebarkan informasi ini kepada kapal-kapal lain, agar bisa ikut membantu mencari,” Minggu (1/12/2019).

“Bila sudah menemukan akan kita sampaikan segera kepada jurnalis,” ujarnya.

Kapal kayu mengangkut material bangunan dengan bobot 96 Gross Ton (GT) ini diketahui bertolak dari Tanjungpinang menuju resort berkelas Internasional itu.

Awalnya, pemilik kapal Purnomo melaporkan kapal dengan nomor registrasi 602/RRD ini hilang kontak dalam perjalanan ke Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kapal diperkirakan tiba di Pulau Bawah dengan dua hari menempuh perjalanan laut.(lia/sumber: tribunbatam)

loading...