Angkasa Pura 2

Jelang Nataru, Kemenhuh Gelar Rakor Bersama Berbagai Instansi Terkait

KoridorJumat, 6 Desember 2019
IMG-20191205-WA0053

IMG-20191205-WA0051

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kementerian Perhubungan gelar Rapat Koodinasi bersama berbagai instansi terkait guna mewujudkan keselamatan, keamanan, dan kelancaran arus lalu lintas baik darat, laut, udara, maupun kereta api.

Rapat dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. “Saya sampaikan kepada Polri untuk menjadi koordinator khususnya darat. Oleh karenanya kita harapkan ini berjalan dengan baik adanya koordinasi di daerah khusus, selain di jalur darat, khususnya di Indonesia Timur seperti di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Jadi ini kita butuhkan TNI bahu membahu dengan Polri.”

Menhub juga memberikan arahan kepada Dirjen Budi untuk melakukan pengecekan atau pemetaan kemacetan di akses tol, pasar tumpah, rest area/ SPBU, lokasi wisata, dermaga, dan perlintasan.

“Secara khusus ada tiga tempat yang harus jadi perhatian yaitu di wilayah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Merak dan Bakauheni, karena akan timbul limpahan yang signifikan. Di tol Cipali yang rawan kecelakaan rest area-nya belum bertambah, berikutnya pembatasan operasional kendaraan barang, nanti dari Organda silahkan memberikan respon,” urai Menhub.

Sejalan dengan arahan Menhub, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam rapat tersebut menyatakan dari sektor darat yang belum diantisipasi menyangkut masalah penyeberangan yang nantinya akan berkoordinasi dengan Basarnas atau BNPB terkait kerawanan.

Sementara untuk masalah penyeberangan yang akan kami fokuskan dan perhatikan, yaitu lintasan Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Danau Toba, Ambon karena dari kota Ambon akan banyak masyarakat yang mobilisasi ke pulau-pulau kecil.

“Kamu juga akan fokus pada ke daerah Bitung,” ujar Dirjen Budi.

Kemudian terkait jalur untuk angkutan dari Jakarta sampai ke Jawa Tengah maupun Jawa Barat akan dikoordinasikan dengan Korlantas Polri seperti yang sudah dibahas.

“Kemungkinan dinamika di lapangan menyangkut masalah dari jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Cirebon mungkin yang akan menjadi perhatian yaitu dari Cirebon-Cikampek atau dari akhir tol-Cikampek mungkin nantinya ada skema khusus,” ungkapnya.

Selain itu, Dirjen Budi turut mengimbau kepada pihak Pertamina untuk mengecek ketersediaan bahan bakar.

”Berdasarkan dari pengecekan dan evaluasi dari kegiatan sebelumnya, akan ada lonjakan kendaraan pribadi yang nantinya akan menyangkut masalah ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar rest area dari mulai Palembang-Lampung,” imbaunya. (omy)