Angkasa Pura 2

Ini Kata Pekerja Garuda Soal Skandal Harley

KokpitSabtu, 7 Desember 2019
IMG-20191203-WA0050-553x400

Jakarta (BeritaTrans.com) – Tiga serikat karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang tergabung dalam Seketariat Bersama (SEKBER), akhirnya angkat bicara terkait polemik yang ada di internal perusahaan itu.

Setidaknya ada tiga pernyataan yang dibuat. Pertama, pekerja menghormati langkah-langkah yang telah di ambil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, untuk menyelesaikan masalah di Garuda.

“Kedua, bahwa kami memohon kepada semua pihak untuk menahan diri, agar tidak memberikan pernyataan yang dapat merugikan Garuda,” tulis SEKBER yang terdiri dari Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) itu, dalam keterangan persnya Sabtu (7/12/2019).

Terakhir, serikat pekerja Garuda berkomitmen akan tetap bekerja secara profesional demi kelancaran operasional penerbangan dengan selalu mengutamakan safety dan pelayanan terbaik bagi pelanggan maskapai plat merah itu.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memutuskan memberhentikan sementara direksi Garuda yang terlibat skandal penyelundupan motor Haley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbius A330-900 Neo.

Sejak 5 Desember 2019, Dewan Komisaris memberhentikan sementara Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Komite Audit untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam penyelundupan ini.

“Akan mengangkat Plt untuk direksi yg diberhentikan sementara. Sementara komite audit tetap melakukan investasi lanjutan,” kata Komisaris Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol saat konferensi pers hari ini.

Selain Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara, ada tiga direksi yang ikut perjalanan dinas ke Toulouse, untuk mengambil pesawat baru Airbus pesanan Garuda tersebut.

Berdasarkan manifes, Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan Garuda), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Capital Human) juga ikut dalam penerbangan itu.

Empat direksi yang ikut perjalanan dinas ini, belum mendapatkan izin perjalanan dinas dari Kementerian BUMN.

Saat ditanya apakah direksi yang diberhentikan bisa saja lebih dari tiga orang, Sahala enggan menegaskan. “Kira-kiranya ada pemikirannya dan akan dilakukan pendalaman. Kami tidak mau terburu-buru,” katanya.

“Kami lagi bahas siapa yg terbaik. Kami akan sesegera mungkin. Jadi komisaris dan direksi Garuda akan bekerja secepat mungkin dan tidak akan mengganggu operasional Garuda,”.
(Lia/sumber:cnbcindonesia)