Angkasa Pura 2

Penumpang Angkutan Udara Nataru Diprediksi Turun 8 Persen

Bandara KokpitSenin, 9 Desember 2019
IMG-20191209-WA0050

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan tetap terjaga, menjelang periode perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Diprediksi terjadi penurunan penumpang angkutan udara Nataru hingga delapan persen.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, hal itu terjadi karena banyak faktor. Diantaranya seperti semakin meningkatkan infrastruktur jalan dengan adanya tol lintas Jawa dan Sumatera.

“Kalau mudik sebagian ingin lebih guyub, maka memilih menggunakan angkutan pribadi bersama keluarga karena jarak yang bisa dilampaui tanpa gunakan pesawat udara,” tutur Dirjen Polana di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Namun begitu, serangkaian kegiatan mulai dari ramp check hingga melakukan Pemantauan Posko Nataru yang tersebar di 38 Bandar Udara yang melayani penerbangan domestik dan 7 Bandar Udara yang melayani penerbangan luar negeri.

Rencana Operasi Angkutan Nataru secara nasional juga disiapkan seperti ketersediaan tempat duduk sebanyak 8,9 juta utuk rute domestik maupun internasional dengan rute penerbangan sejumlah 494 rute.

“Dengan prediksi jumlah penumpang berangkat pada periode Nataru mencapai 5,3 juta penumpang maka masih tercukupi kapasitas tempat duduk yang disediakan” kata Polana.

Namun demikian, lebih lanjut Polana menjelaskan, beberapa permohonan telah diajukan penambahan penerbangan (extra flight) baik untuk rute dalam negeri maupun luar negeri.

Update hingga hari ini (9/12/2019) pada pukul 08.30 WIB ada sebanyak 222 penerbangan penambahan rute penerbangan antara lain: CGK-DPS, CGK -TJQ, CGK – SUB, KNO – SIN, DPS – ICN, CGK-KUL, DPS – KUL.

“Jumlah armada yang disiagakan oleh Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) sebanyak 495 unit. Kami berharap selama Nataru, On Time Performance bisa mencapai di atas OTP 80%,” kata Polana.

Adapun langkah-langkah Ditjen Hubud dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan diantaranya:

- Melaksanakan ramp inspection, baik armada, personel, sarana dan prasarana, serta prosedur;

- Mempersiapkan penambahan jam operasi bandara;

- Menggunakan type pesawat lebih besar untuk penambahan kapastitas;

- Penghentian sementara pekerjaan sisi udara yang dapat berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan penerbangan;

- Antisipasi pelayanan dalam kondisi Kahar; dan

– Optimalisasi penggunaan slot time.

Polana mengimbau para seluruh Operator dalam moment perayaan Natal 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020, dapat berempati dengan menyediakan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat. (omy)

loading...