Angkasa Pura 2

Di Sela ASEM TTM 5, Indonesia-Korea Diskusi Rencana Kerja Sama

Dermaga Emplasemen Kokpit KoridorSelasa, 10 Desember 2019
IMG_20191211_000343

BUDAPEST (10/12) – Di sela pertemuan The Fifth Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM 5) di Budapest, Hungaria 9-11 Desember 2019, Indonesia-Korea Diskusi rencana kerja sama.
 
Kementerian Perhubungan dan Ministry of Land, Infrastructure and Transport of the Republic of Korea menurut Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang menjadi Head of Delegation Indonesia, telah memiliki Memorandum of Understanding (MOU) dalam sektor Transportasi yang telah ditandatangani pada November 2017.

High Level Bilateral Meeting antara Indonesia-Korea belum dapat dilaksanakan tahun ini di Indonesia dikarenakan belum adanya kesesuaian jadwal antara kedua negara.

“Meski pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara belum dapat terselenggara tahun ini namun tadi saya sampaikan kalau Indonesia bersedia menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada tahun 2020. Indonesia mengundang Korea untuk mengembangkan kerja sama terkait pembangunan infrastuktur perkeretaapian dan Intelligent Transport System (ITS),” jelas Dirjen Budi.

Indonesia telah memiliki aturan terkait ITS dan telah diterapkan pada Area Traffic Control System (ATCS).

Perwakilan Korea menyampaikan bahwa akan membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ITS dan tertarik untuk berpartisipasi pada proyek-proyek perkeretaapian termasuk LRT.

“Sementara mengenai pemberian grant dari pihak Korea yaitu untuk perbaikan terminal bus di Indonesia dan sistem manajemen bus, pihak Korea menyampaikan bahwa akan dimulai tahun 2020,” ungkap dia.

Untuk itu, Dirjen Budi mewakili Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih dan meminta kepada pihak Korea untuk menyampaikan pemberitahuan resmi terkait dengan rencana dimulainya pemberian grant tersebut.

Selain itu dari sektor transportasi udara, mengenai kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pihak Korea ingin melakukan pembahasan lebih lanjut terkait Open Skies Agreement.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menyampaikan permohonan dukungan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada periode 2022-2025. (omy)

loading...